Reaktivasi KA Cibatu - Garut Ditargetkan Rampung Akhir 2019, Sri Mulyani: Salut

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengacungkan jari telunjuk usai mencoblos di TPS 77 Bintaro, Tangerang Selatan, 17 April 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengacungkan jari telunjuk usai mencoblos di TPS 77 Bintaro, Tangerang Selatan, 17 April 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memuji kinerja PT KAI dalam melakukan reaktivasi jalur kereta api Cibatu - Garut, Jawa Barat, khususnya saat mendengar pengembangan itu akan rampung dan bisa segera beroperasi kembali pada akhir tahun 2019. Ia telah melihat rencana pengembangan stasiun Garut yang telah non-aktif sejak 1983 itu pada Jumat, 26 April 2019. 

    BACA: Sri Mulyani Ajak Akademisi Terlibat dalam Proyek Infrastruktur

    “Wah kalau stasiun Garut ini akhir tahun ini rampung, saya salut sama kalian semua,” ujar Sri Mulyani saat berkunjung ke Stasiun Cibatu seperti dilansir dari keterangan tertulis di laman resmi Sekretaris Kabinet, setkab.go.id, Sabtu, 27 April 2019. 

    Sebagai informasi, rute Cibatu-Garut-Cikajang dilakukan sepaket dengan tiga jalur kereta api lainnya di Jawa Barat yakni rute Rancaekek-Tanjungsari, rute Banjar-Pangandaran-Cijulang, dan rute Bandung-Ciwidey.

    BACA: Dinobatkan Jadi Menteri Berprestasi, Budi Karya: Buat Penyemangat

    Pemerintah segera mengaktifkan kembali jalur kereta api Cibatu - Garut, Jawa barat. Rute itu adalah bagian dari rute Cibatu - Garut - Cikajang yang membentang sepanjang 47,5 kilometer. Reaktivasi itu dilakukan untuk menjadikan Garut sebagai salah satu pusat pariwisata di Jawa Barat.

    "Reaktivasi jalur Cibatu - Garut ditargetkan akan selesai akhir tahun ini dan proses pembangunan kembali akan dimulai pada bulan Mei 2019 nanti," ujar Direktur PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro. 

    Sejatinya, jalur kereta Cibatu - Garut sebelumnya sudah ada. Namun, jalur tersebut hanya bisa dipakai oleh lokomotif mallet bermasa besar. Jalur itu lantas dinonaktifkan lantaran tidak ada lagi lokomotif yang beroperasi. 

    Adapun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pendanaan untuk reaktivasi itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PT KAI dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

    "Program-programnya akan ada kombinasi dari APBN, PT KAI dan skema KPBU," ujar Budi. "Kami ingin mengaktifkan jalur-jalur lama itu diharapkan jalur-jalur lama itu bisa menghidupkan sektor ekonomi bagi keseharian masyarakat, khususnya bagi dunia pariwisata."

    Baca berita tentang Sri Mulyani lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.