Ignasius Jonan Dorong Pertumbuhan SPLU untuk Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengamati puncak Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat malam, 18 Januari 2019.  ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengamati puncak Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat malam, 18 Januari 2019. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pemerintah akan mendorong
    bertambahnya jumlah stasiun pengisian listrik umum atau SPLU oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Upaya ini dilakukan bersamaan dengan masuknya mobil bertenaga listrik yang mulai dioperasikan untuk armada angkutan oleh PT Blue Bird Tbk.

    Baca juga: Biaya Taksi Listrik Bisa Lebih Murah, Ini Penjelasan Jonan

    "Sementara ini SPLU PLN sudah 1.600 jumlahnya. Tahun depan minimal 2.000," ujar Jonan di kantor pusat Blue Bird, Mampang, Jakarta Selatan, Senin, 22 April 2019.

    Pemerintah mengupayakan, pertumbuhan SPLU terjadi di Kota Jakarta dan sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang. Menurut Jonan, pihaknya memastikan penambahan SPLU bakal memudahkan akses mobil-mobil listrik mengisi bahan bakar.

    Selain menjamin pasokan listrik tercukupi, Jonan memperkirakan SPLU akan segera menyediakan pengisian daya listrik cepat atau fast charging. Dalam 20-25 menit, misalnya, baterai mobil dengan kapasitas 4 kilovolt akan segera terisi penuh.

    Jonan menjamin pengisian tenaga listrik ini akan lebih murah ketimbang bahan bakar minyak atau BBM. Apalagi, saat ini PLN memberikan diskon pengisian daya sebesar 30 persen pada pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB.

    Saat ini, menurut Jonan, pemerintah memuji langkah korporasi yang telah mengoperasikan mobil listrik, seperti Blue Bird. Sebab, selain dapat menekan emisi gas buang dan melestarikan lingkungan dari karbon, mobil listrik digadang-gadang merupakan armada yang hemat dan dapat memangkas konsumsi bahan bakar minyak. Ia menghitung, dalam jarak 50 kilometer, bahan bakar untuk mobil listrik lebih hemat 40 persen ketimbang mobil biasa.

    Upaya pemerintah mendukung pengoperasian mobil listrik juga ditunjukkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi Karya mengatakan pihaknya akan mengkampanyekan penggunaan mobil listrik dalam berbagai kesempatan.

    Tak hanya itu, Budi Karya mendorong korporasi untuk membangun SPLU di sejumlah terminal dan bandara. "Di terminal saya akan endorse, ada 5-6 (unit SPLU dibangun) di situ," ujarnya di tempat yang sama.

    Perseroan Blue Bird hari ini mengenalkan armada bertenaga listrik pertama di Indonesia, baik untuk layanan taksi reguler maupun premium, hari ini. Untuk tahap pertama, Bluebird mendatangkan mobil listrik dengan unit BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75D A/T.

    Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan perseroan telah menggelontorkan investasi senilai Rp 40 miliar untuk pengadaan taksi bertenaga listrik tersebut, baik untuk mobil maupun perantinya. "Pada tahap pertama, Bluebird mendatangkan 30 unit taksi," ujar Andrianto.

    Hingga 2020, Blue Bird berencana mendatangkan 200 mobil listrik. Sementara pada 2025, jumlah armada akan menggelembung menjadi 2000.  Untuk etape pertama, perusahaan meyakini dapat menekan 434,095 kilogram emisi CO2 dan memangkas konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter.  Taksi berbahan bakar listrik ini akan mulai beroperasi pada Mei 2019.

    Baca berita Ignasius Jonan lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.