Peluncuran LinkAja Kembali Diundur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini M. Soemarno, beserta seluruh jajaran direksi perusahaan milik negara, serta siswa sekolah, UKM dan warga kampung mitra binaan BUMN menghadiri Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 7 April 2019. (dok Kementerian BUMN)

    Menteri BUMN Rini M. Soemarno, beserta seluruh jajaran direksi perusahaan milik negara, serta siswa sekolah, UKM dan warga kampung mitra binaan BUMN menghadiri Festival LinkAja di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu pagi, 7 April 2019. (dok Kementerian BUMN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jadwal peluncuran sistem pembayaran dari sejumlah perusahaan milik negara, LinkAja, kembali mundur. 

    “Agar perfect (sempurna),” kata Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Gatot Trihargo menjawab Bisnis soal kembali mundurnya peluncuran LinkAja, Jumat, 19 April 2019.

    Baca juga: Menteri Rini Ajak Milenial Belanja Pakai LinkAja

    Penyedia jasa pembayaran dengan teknologi teranyar ini semula dijadwalkan akan secara resmi diperkenalkan ke publik pada perayaan puncak Hari Ulang Tahun Badan Usaha Milik Negara (HUT BUMN) ke-21 di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, 20 April 2019. Namun kemudian kementerian memutuskan menunda acara peringatan HUT BUMN ke-21 di GBK hingga waktu yang belum ditentukan.

    Gatot belum menjabarkan lebih lanjut persiapan yang tengah dilakukan LinkAja. Dia juga tidak menyebutkan rencana tanggal peluncuran berikutnya.

    LinkAja dianggap sebagai jawaban dari BUMN yang bergerak pada jasa keuangan untuk bersaing dengan perusahaan finansial berbasis teknologi. Anak usaha Telkomsel, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) adalah perusahaan yang memiliki operasional LinkAja.

    Saat ini Telkomsel memiliki porsi saham terbesar dengan 25 persen. Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI masing-masing memiliki 20 persen saham LinkAja. Sisanya, Bank BTN dan PT Pertamina masing-masing 7 persen dan Jiwasraya 1 persen.

    Sebelumnya Gatot sempat mengatakan bahwa komposisi kepemilikan LinkAja masih ada kemungkinan untuk berubah pada akhir tahun. “Nanti akan dihitung ulang akhir tahun, antara lain tergantung merchant masing-masing,” kata Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.