Pengusaha Logistik: Optimalkan Pemanfaatan Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengatur kendaraan memasuki pintu Tol Waru Gunung saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018. Keempat tol tersebut adalah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Solo Ruas Salatiga-Kartasura, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Ruas Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Pasuruan-Grati. ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas mengatur kendaraan memasuki pintu Tol Waru Gunung saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Surabaya, Jumat, 7 Desember 2018. Keempat tol tersebut adalah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Solo Ruas Salatiga-Kartasura, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Ruas Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Pasuruan-Grati. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Logistik Forwarding Indonesia (ALFI) memiliki harapan tersendiri terkait infrastruktur, kepada siapa pun yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 pasca-Pemilu 2019, pada Rabu 17 April 2019.

    Baca: Ternyata Awal Mula Kaesang Pangarep Bisnis untuk Bayar Kuliah

    Ketua Umum ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, menuturkan bahwa siapapun yang terpilih sebagai pemimpin Indonesia pada Pilpres kali ini, sejumlah pekerjaan rumah seperti memperbaiki indeks performa logistik masih harus dikerjakan.

    "Kami harapkan pemilu berjalan dengan lancar aman, itu yang pertama. Kedua tentunya untuk presiden terpilih bisa lebih baik lagi. Bagaimana bisa mengoptimalisasi infrastruktur yang bisa mendukung kegiatan logistik termasuk sisi moda transportasinya," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu 17 April 2019.

    Menurut Yulfi, sejumlah pekerjaan rumah harus segera diselesaikan oleh para pemimpin baru, seperti mata rantai pasok, peningkatan daya saing ekspor, dan menumbuhkan investasi baru. "Tentunya diharapkan dengan investasi baru ini bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi kita, dari posisi 5,2 persen jadi 6 persen, bahkan persen. Dengan begitu, angka pengangguran semakin berkurang," ujar dia.

    Sementara itu, terkait logistik dalam negeri, salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dibangun menjadi lebih bermanfaat. Dia juga mengakui peran pengusaha untuk mengisi ruang-ruang kawasan industri di luar pulau Jawa menjadi salah satu hal yang harus dipacu.
    "Jangan terlalu fokus di Jawa, banyak infrastruktur di luar Jawa, khususnya di Indonesia timur harus kita perhatikan lagi," tutur Yulfi.

    Dia bercerita sudah mengusulkan sejak lama pembentukan lembaga khusus transportasi dan logistik yang sifatnya berupa adhoc seperti yang Thailand lakukan. "Pemerintah Thailand 10--20 tahun lalu membentuk badan khusus transportasi dan logistik, badan ini bukan bersifat tetap, bersifat adhoc  (sementara). Sejak itu, Logistics Performance Index Thailand menjadi nomor dua di Asean dan masuk 20 besar di dunia sementara Indonesia masih tercecer di posisi 46," kata Yulfi. 
     
    BISNIS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.