Sri Mulyani Soroti Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pertemuan dengan sekitar 150 mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Selasa, 9 April 2019 pukul 04:30-06:00 EST di Columbia University, New York, menyoroti pentingnya pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur. Hal ini disampaikan dalam rangka kuliah umum yang merupakan kelanjutan dari Indonesian Speaker Series.

    Baca: Lagi, Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Terbaik di Asia-Pasifik

    Sri Mulyani menyampaikan bahwa di Indonesia, persentase penghasilan yang ditabung masih tergolong rendah. “Saving rate di Indonesia masih sekitar 30-33 persen," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Rabu, 10 April 2019.

    Menurut Sri Mulyani, salah satu tantangan rendahnya saving rate di Indonesia karena tidak dialokasikan ke financial assets, tapi di physical asset seperti tanah, sehingga lebih sulit untuk dimanfaatkan bagi pendanaan investasi seperti infrastruktur. Padahal, creative financing dengan pendanaan bukan hanya dari APBN sangatlah penting. 

    Sebelumnya Sri Mulyani menjelaskan sejumlah isu mulai dari kondisi terkini perekonomian Indonesia, outlook ekonomi dan bagaimana Pemerintah menyikapi berbagai perkembangan ekonomi global. 

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir kondisi ekonomi Indonesia sudah jauh lebih baik, dan lebih berdaya tahan dari pada 2013 yakni saat terjadi taper tantrum. "Dibandingkan empat fragile country lain, Indonesia menjadi salah satu yang paling berdaya tahan di dunia," ujar Sri Mulyani.

    Kondisi tersebut masih di bawah sejumlah negara besar seperti Cina, meskipun lebih baik dibandingkan dengan negara-negara di Amerika Latin.

    Adapun, kegiatan yang digelar ini adalah program unggulan Permias NYC di mana pemimpin, baik dari sektor publik, sosial, maupun bisnis bertemu dengan mahasiswa dan pekerja Indonesia di New York untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan berdiskusi mengenai isu-isu terkini di Tanah Air.

    Baca: Genjot Ekspor, Sri Mulyani Hapus PPN Sejumlah Sektor Jasa

    Melalui Indonesian Speaker Series ini, diharapkan mahasiswa dan komunitas Indonesia di New York dapat semakin peka dan cerdas dalam menyikapi berbagai isu nasional serta dapat menyumbangkan ide bagi kemajuan negara dan bangsa.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.