BUMN BGR Logistics Rambah Bisnis Limbah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengambil kertas daur ulang Safari Poo Paper di TSI, Cisarua, Bogor, Jumat, 1 Maret 2019. Produksi kertas daur ulang Safari Poo Paper ini dibuat dari limbah kotoran gajah. ANTARA/Arif Firmansyah

    Petugas Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor mengambil kertas daur ulang Safari Poo Paper di TSI, Cisarua, Bogor, Jumat, 1 Maret 2019. Produksi kertas daur ulang Safari Poo Paper ini dibuat dari limbah kotoran gajah. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, BUMN penyedia jasa logistik, akan melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis limbah. Bisnis yang satu ini dinilai belum banyak dilirik oleh perusahaan di Indonesia.

    BACA: Sri Mulyani Respons soal Keluhan Produktivitas Tenaga Kerja Minim

    "Limbah yang sering menjadi barang tak berguna dan dibuang begitu saja akan kami manfaatkan sebagai barang yang menghasilkan produk olahan untuk bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaan," kata Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo saat diskusi iCEO Exchange 2019-BGR Logistics di Jakarta, Selasa 26 Maret 2019.

    Menurut Kuncoro, perusahaan siap menampung limbah berbahaya dari perusahaan BUMN ataupun swasta untuk selanjutnya diolah sedemikian rupa sehingga tidak lagi berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan.

    "Kami akan olah limbahnya dan akan dikirim ke sejumlah pabrik yang sudah bersedia menampung hasil olahan limbah untuk meningkatkan produktivitas," kata dia. 

    Dikatakan pula, perusahaan juga telah memposisikan sebagai perusahaan logistik digital dengan membangun sistem IT untuk membantu kebutuhan logistik pelanggan, yakni seperti WINA (Warehouse Integrated Application) dan FIONA (Fleet Integrated and Order Monitoring Application). Aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi di pelabuhan milik Pelindo II atau otoritas pelabuhan, untuk mendukung sistem logistik nasional.

    Pergerakan barang, sejak masuk ke pelabuhan hingga terdistribusi ke gudang atau konsumen akhir akan dapat terpantau. "Dengan sistem ini, para prinsipal dapat fokus terhada[p pengembangan bisnisnya masing-masing," katanya.

    Menurut Kuncoro, transformasi bisnis BUMN ini telah dilakukan sejak September 2018, mulai dari transformasi organisasi, transformasi sistem informasi. "Sampai ke transformasi budaya perusahaan dan transformasi proses bisnis," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.