IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 23,5 Poin

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, 22 Maret 2019, ditutup menguat 23,5 poin atau 0,36 persen menjadi 6.525,27.

    Baca juga: The Fed Beri Sinyal Tak Naikkan Suku Bunga, IHSG Menguat

    Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, bergerak naik 1,31 poin atau 0,13 persen menjadi 1.025,93.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Jumat, mengatakan, seminggu ini IHSG tertolong oleh sentimen The Fed yang menyatakan tidak ada kenaikan suku bunga pada tahun ini.

    "Hasilnya, asing kembali melirik "emerging market" dan IHSG menjadi salah satu targetnya," ujar William.

    Dibuka menguat, IHSG bergerak bervariasi hari ini sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham investor asing yang ditunjukkan dengan beli asing bersih atau "net foreign buy" sebesar Rp 512,59 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 378.260 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,63 miliar lembar saham senilai Rp 7,61 triliun. Sebanyak 189 saham naik, 186 saham menurun, dan 163 saham tidak bergerak nilainya.

    Selain IHSG, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 18,42 poin (0,09 persen) ke 21.627,34, indeks Hang Seng menguat 41,79 poin (0,14 persen) ke 29.113,36, dan indeks Straits Times melemah 1,55 poin (0,05 persen) ke posisi 3.212,1.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.