Investasi Aetra Tangerang Membengkak Jadi Rp 822 M, Apa Sebab?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Aetra. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    PT Aetra. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Tangerang-Direktur Utama PT Aetra Air Tangerang mengatakan perusahaan pengelola air bersih swasta itu telah menanamkan investasi sebesar Rp 822,2 miliar untuk pengembangan sistem penyediaan dan pelayanan air minum di Kabupaten Tangerang. "Jumlah ini telah melebihi target investasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada awal masa kerja sama sebesar Rp 588 miliar, "ujar Hari, Jum'at 22 Maret 2019.

    BACA: Dianggap Gagal Distribusikan Air Bersih, Begini Tanggapan Aetra

    Pengucuran dana investasi dalam jumlah yang sangat besar itu, kata Hari, merupakan perwujudan komitmen Aetra Tangerang untuk peningkatan cakupan akses terhadap air minum perpipaan di Kabupaten Tangerang.

    Hari mengatakan pada 2018 Aetra Tangerang telah melakukan penambahan investasi sebesar Rp 41,2 miliar sehingga total investasi yang telah ditanamkan mencapai Rp 822,2 miliar. "Selain penambahan investasi untuk pengembangan sistem penyediaan dan pelayanan air minum, Aetra Tangerang juga memiliki beragam program untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan air minum perpipaan, seperti misalnya program cicilan sambungan baru serta CSR sambungan baru gratis,” jelas Hari.

    BACA: Kegagalan Swasta Salurkan Air Bikin Penurunan Permukaan Tanah DKI

    Dengan investasi yang telah ditanamkan, kata Hari, hingga 2018 Aetra Tangerang telah melayani 71.038 pelanggan. Cakupan pelayanan Aetra Tangerang saat ini telah mencapai lebih dari 43,08 persen  jauh lebih tinggi dari target 5 persen yang ditetapkan.

    "Melalui penerapan teknologi pengolahan air serta jaringan perpipaan yang efektif dan efisien, Aetra Tangerang mampu menekan tingkat kehilangan air hingga hanya sebesar 6 persen  pada tahun 2018, menjadikan Aetra Tangerang sebagai salah satu perusahaan air minum dengan tingkat kehilangan air terendah di Indonesia bahkan di Asia," katanya.

    Sementara itu ke depan Aetra Tangerang akan terus fokus pada percepatan peningkatan cakupan akses terhadap air minum perpipaan di wilayah pelayanan dengan mengalokasikan investasi sebesar Rp 37,3 miliar pada tahun 2019.

    Sebagai perusahaan air bersih yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sejak 2005 lalu, saat ini Aetra Tangerang telah melayani 71 ribu pelanggan di delapan kecamatan yang menjadi wilayah konsensi kerja sama. Delapan kecamatan itu adalah, Sepatan, Sepatan Timur, Pasar Kemis, Sindang Jaya, Cikupa, Balaraja, Sukamulya dan Jayanti.

    Aetra Tangerang menggunakan sungai Cisadane sebagai bahan baku air bersih. Air bersih diolah di Water Treatment Plan di Sepatan dengan kapasitas produksi 900 liter/detik.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.