Irwan Prayitno: Tiket Pesawat Mahal Bisa Picu Pariwisata Anjlok

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kanan), didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Dirut Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra (kiri), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kanan), Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kedua kanan), dan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni (ketiga kiri), meninjau lokasi groundbreaking tol Sumbar - Riau, di Jl Bypass Km 25, Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018). FOTO ANTARA

    Presiden Joko Widodo (ketiga kanan), didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Dirut Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra (kiri), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kanan), Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (kedua kanan), dan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni (ketiga kiri), meninjau lokasi groundbreaking tol Sumbar - Riau, di Jl Bypass Km 25, Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018). FOTO ANTARA

    TEMPO.CO, Padang - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menilai kenaikan tiket pesawat dapat memicu anjloknya sektor pariwisata di daerah itu. Karena itu, dia berharap ada kebijaksanaan dari pemangku kepentingan terkait untuk menurunkan kembali.

    Baca juga:Tiket Pesawat Naik, Ombudsman: Pertimbangkan Kepentingan Publik

    "Saya sudah ketemu Menteri Perhubungan dan pihak Garuda Indonesia menyampaikan serta berharap harga tiket pesawat serta avtur diturunkan sehingga harga tiket kembali normal," kata dia di Padang, Selasa, 12 Februari 2019, pada pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah.

    Menurut dia, tidak hanya sektor pariwisata, ada banyak sektor turunan yang ikut terkena dampak kenaikan harga tiket pesawat.

    "Usaha Mikro Kecil dan Menengah terdampak, hotel-hotel akan sepi, rugi kita semua karena dampak ikutannya banyak," ujarnya.

    Sebelumnya sejumlah pemilik usaha makanan dan minuman di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai merasakan imbas kenaikan harga tiket pesawat ditandai dengan sepinya jumlah pembeli.

    Pengelola Rumah Makan Padang di Bandara Minangkabau Risa mengaku sebelumnya bisa mengantongi omzet hingga Rp 7 juta per hari namun sejak Januari bisa mengantongi Rp3 juta per hari saja sudah syukur.

    Akibatnya, restoran Padang yang berada di area pintu keberangkatan penumpangan tersebut mulai mengurangi makanan yang disediakan mengantisipasi tidak terlalu banyak sisa.

    "Kami khawatir juga kalau ini terus berlangsung bisa ditutup karena tidak seimbang pemasukan dengan sewa tempat," kata dia.

    Tidak hanya rumah makan Padang, Suci, karyawan gerai Soto di Bandara Minangkabau juga mengaku pengunjungnya berkurang hingga 30 persen.
    "Jika satu hari bisa mencapai 100 orang yang makan, sekarang 70 orang sudah banyak, katanya.

    Semua pengelola usaha tersebut berharap harga tiket pesawat kembali normal sehingga penumpang jadi ramai di bandara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?