OJK: 6 Perusahaan Multifinance Ajukan Izin Usaha Pembiayaan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suwandi wiratno. TEMPO/Dasril Roszandi

    Suwandi wiratno. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan mengatakan terdapat sekitar enam perusahaan multifinance atau pembiayaan sedang mengajukan izin usaha pembiayaan ke OJK.

    Baca juga: 102 Perusahaan Multifinance Sulit Penuhi Aturan DP Nol Persen

    “Ada lima sampai enam multifinance. (Perusahaan) yang baru satu, sisanya akuisisi. Mayoritas asing yang join dengan perusahaan lokal. Aturan membolehkan itu,” ujarnya dikutip Bisnis.com, Senin, 28 Januari 2019.

    Menurut Bambang, Indonesia masih menjadi pasar yang menarik bagi investor lantaran capaian return on asset (ROA) dan return on equity industri masih bagus.

    Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan aksi akuisisi akan marak mewarnai industri pembiayaan pada tahun ini.

    Menurut dia, aksi akuisisi tersebut dapat menjadi salah satu strategi bagi industri yang kesulitan memenuhi batas ekuitas senilai Rp 100 miliar.

    “Kalau belum sampai Rp 100 miliar sampai akhir tahun, ada cara banyak , misalnya meminang perusahaan lain, atau kalau tidak mencari investor lain. Negara seperti Jepang, Korea, Cina, tolong investasi di sini,” katanya.

    Baca berita multifinance lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.