Moeldoko Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi: Indonesiasentris

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kedua kanan) menyapa relawan ketika menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Tohir, serta Wakil Ketua TKN sekaligus Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, hadir dalam Rakernas IV Projo. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) bersama Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi (kedua kanan) menyapa relawan ketika menghadiri Rakernas IV Projo di Jakarta, Minggu, 16 September 2018. Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Tohir, serta Wakil Ketua TKN sekaligus Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, hadir dalam Rakernas IV Projo. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo -Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan sektor infrastruktur yang merupakan salah satu program pemerintahan Jokowi - JK diarahkan dengan pendekatan pembangunan Indonesiasentris.

    BACA: Pesan Jokowi kepada Nasabah Mekaar: Jujur, Disiplin, Kerja Keras

    "Bukan lagi bicara Jawasentris. Kalau kita lihat pembangunan saat ini diarahkan ke Indonesia Timur dan Indonesia Tengah," kata Moeldoko pada Deklarasi Alumni Universitas Sebelas Maret atau UNS Bersama Perguruan Tinggi Lain, Relawan, dan Masyarakat Dukung #01 di Graha Wisata Surakarta, Sabtu, 26 Januari 2019.

    Lebih lanjut ia mengatakan, "Kalau pak Jokowi hanya ingin dapat suara atau 'return of investment' untuk pertumbuhan ekonomi yang makin cepat bangun saja di Jawa. Pasti dapat suara yang kencang karena di Jawa 'vote'-nya tinggi."

    Ia mengatakan dengan dibangunnya infrastruktur maka daerah-daerah terisolasi yang tadinya sulit mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial bisa tumbuh luar biasa. "Saat ini teman-teman yang ada di daerah perbatasan, yang sebelumnya terisolasi, yang sulit terjangkau telah tumbuh baik. Mereka bisa menyesuaikan dengan teman-teman yang tinggal di Jawa. Di situlah peradaban manusia telah berkembang dengan baik," katanya.

    Ia yang juga merupakan Purnawirawan TNI tersebut pernah lama bertugas di daerah perbatasan. Menurut dia, salah satu keluhan masyarakat setempat yang sering didengarnya adalah rasa pesimistis warga terhadap Pemerintah Indonesia.

    "Mereka mengatakan 'sesungguhnya saya ini orang Indonesia atau bukan' karena banyak mendapatkan sesuatu dari sebelah (negara tetangga, red). Dengan dibangunnya Transkalimantan dan berbagai daerah di pelosok tanah air saat ini mereka menyatakan dengan bangga bahwa 'saya adalah bagian dari Indonesia'," katanya.

    BACA: TKN Tidak Ingin Jokowi Bernasib Seperti Hillary Clinton

    Ia mengatakan jika berbicara mengenai infrastruktur, banyak yang memiliki persepsi bahwa sektor tersebut hanya terdiri dari jalan, padahal ada infrastruktur dalam bentuk fisik yang lain. "Salah satunya pembangunan pelabuhan. Banyak pelabuhan di luar Jawa yang sudah dibangun oleh pemerintah dan itu membuat kita bangga jadi orang Indonesia," katanya.

    Ia mengatakan saat ini ada 19 pelabuhan laut baru yang memberikan kemudahan dalam proyek tol laut atau poros maritim. "Belum lagi optimalisasi dari pelabuhan yang ada. Jalan tol juga sudah dibangun di mana-mana, saat ini sepanjang 928 km yang terbangun dari proyeksi 1.124 km," katanya.

    Sementara itu, dikatakannya, memimpin sebuah negara yang besar tidak mudah. "Yang diperlukan adalah orang-orang yang memiliki pengalaman di bidang 'leadership' dan bidang manajemennya sehingga memimpin negara ini bisa jadi terkendali dengan baik. Mereka harus memiliki program yang jelas. Tidak bisa coba-coba apalagi tidak memiliki program yang jelas. Ini yang sudah dilakukan oleh Pak Jokowi selama empat tahun pemerintahannya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahaya dan Manfaat yang Kita Dapat dari Mengkonsumsi Kayu Manis

    Kayu Manis banyak memiliki khasiat yang baik untuk tubuh kita. Namun beberapa jenis penyakit dapat terpicu bila kelewat sering mengonsumsi kayu manis.