Efek New Yogyakarta International Airport Versi Darmin Nasution

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat salah satu maket New Yogyakarta International Airport dalam pameran Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2018, Kemayoran, Jakarta, 1 November 2018. IIW 2018 mengadopsi konsep Show Within a Show dengan membawa enam pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur, yaitu InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ). TEMPO/Muhammad HIdayat

    Pengunjung melihat salah satu maket New Yogyakarta International Airport dalam pameran Indonesia Infrastruktur Week (IIW) 2018, Kemayoran, Jakarta, 1 November 2018. IIW 2018 mengadopsi konsep Show Within a Show dengan membawa enam pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur, yaitu InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ). TEMPO/Muhammad HIdayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

    Baca juga: New Yogyakarta International Airport Belum Tarik Investor Hotel

    "Kita melihat pembangunan bandara NYIA ini memiliki 'multiplier effect' cukup besar, baik dari akselerasi ekonomi sekitar, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan," kata Darmin seusai melakukan kunjungan ke proyek pembangunan Bandara NYIA di Yogyakarta, Sabtu, 19 Januari 2019.

    Darmin menjelaskan keberadaan bandara internasional ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di wilayah Yogyakarta maupun kegiatan perekonomian di kawasan Kulon Progo dan sekitarnya.

    "Pariwisata akan cepat berkembang, jauh lebih cepat dari apa yang kita alami saat ini. Selain itu, selain pariwisata, juga kerajinan, hasil industri, dan macam-macam itu, karena turis pasti belanja," katanya.

    Selain untuk mempermudah akses bagi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tambah dia, konektivitas udara ini juga diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja khususnya bagi masyarakat sekitar.

    Untuk itu, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menjadi tantangan tersendiri karena bandara yang sempat mengalami kesulitan pembebasan lahan membutuhkan tenaga kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan.

    "Sudah disiapkan pendidikan pelatihan dan vokasi bagi penduduk sekitar sini. Sehingga jangan nanti penduduk hanya menonton saja hasil dari semua ini," ujar Darmin.

    Meski siap beroperasi secara terbatas pada April 2019 untuk penerbangan internasional, bandara yang terletak di Kulon Progo ini direncanakan operasional sepenuhnya pada akhir Desember 2019, atau lebih lebih cepat dari proyeksi awal Juli 2020.

    Pada tahap operasional sebagian, proyek bandara bagian airside telah tuntas sepenuhnya 100 persen, dengan penyelesaian area landslide, seperti fasilitas pendukung seperti lahan parkir, dilakukan secara paralel sampai bandara ini dapat beroperasi secara penuh. Untuk itu, Darmin mengharapkan adanya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar bandara seperti jalan underpass lintas selatan maupun transportasi kereta api.

    New Yogyakarta International Airport atau Bandara Kulon Progo merupakan salah satu proyek infrastruktur pemerintah yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) seluas 587,2605 hektare untuk menggantikan Bandara Adi Sutjipto yang mulai melebihi kapasitas.

    Bandara internasional ini mempunyai kapasitas penumpang sebanyak 14 juta orang per tahun, atau delapan kali lipat lebih banyak dibanding bandara Adi Sutjipto yang hanya menampung sebesar 1,7 juta penumpang per tahun.

    Selain itu, New Yogyakarta International Airport yang memulai pembangunan sejak Januari 2017 ini mempunyai panjang landasan pacu mencapai 3.250 meter yang akan mampu melayani jenis pesawat komersil besar, seperti Airbus A380 ataupun Boeing 777.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.