Inflasi 3,13 Persen, Staf Khusus Jokowi: Stabilitas Harga Membaik

Presiden Jokowi menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Jakarta, Kamis, 26 Juli. Jokowi menginstruksikan kepada kepala daerah untuk mempermudah izin investasi yang berorientasi ekspor dan barang subtitusi impor. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Jokowi, Ahmad Erani Yustika, mengatakan stabilitas harga semakin membaik jika melihat inflasi sepanjang 2018 hanya 3,13 persen atau menurun dari 3,6 persen pada 2017.

Baca juga: Inflasi 2018 3,13 Persen, BPS: Capaian yang Menggembirakan

"Hal ini membuktikan bahwa pemerintah mampu menjaga inflasi rendah di tengah ketidakpastian, terutama dari gejolak harga minyak dunia," kata Erani, Rabu, 2 Januari 2019.

Sebelumnya, kata dia, lonjakan harga minyak dunia 2018 diprediksi menaikkan inflasi, baik pada inflasi barang-barang bergejolak maupun inflasi inti.

Rabu, Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi sepanjang 2018 adalah sebesar 3,13 persen. Angka tersebut lebih rendah dari target pemerintah yang sebesar 3,5 persen.

Angka inflasi sepanjang 2018 juga lebih rendah ketimbang 2017. Kala itu, inflasi tahunan tercatat pada level 3,61 persen. Inflasi tertinggi pada 2018 terjadi pada Januari dan Desember masing-masing sebesar 0,62 persen. Pada 2019 pemerintah masih mematok angka yang sama untuk angka inflasi, yaitu 3,5 plus minus 1 persen.

Erani mengatakan realisasi inflasi 2018 berada di bawah target RPJMN 2015-2019 sebesar 3,5 persen. Tahun depan, kata dia, inflasi ditargetkan pada angka yang sama.

Selain itu, menurut Erani, pencapaian inflasi 2018 berpengaruh penting terhadap pergerakan inflasi sepanjang 2015-2018, yang hanya sebesar 3,32 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dari rata-rata 5,86 persen sepanjang 2010-2013. "Penurunan inflasi juga terlihat pada tiga jenis inflasi," ujarnya.

Selama empat tahun terakhir, kata dia, inflasi inti rata-rata 3,26 persen per tahun; inflasi harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered price) dan inflasi barang-barang bergejolak (volatile food) masing-masing 4,59 persen dan 2,29 persen per tahun. Tahun 2010-2013, ketiga jenis inflasi tersebut rata-rata 4,5 persen, 6,87 persen, dan 9,66 persen per tahun.

Erani melihat penurunan inflasi tidak terlepas dari hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan. "Pemerintah pusat berperan dalam memperlancar arus barang lewat pembangunan infrastruktur hingga ke pusat-pusat produksi," kata dia.

Otoritas moneter, kata Erani, bekerja lewat pengendalian inflasi sisi permintaan, seperti mengelola agar kenaikan harga komoditas dunia tidak menyengat harga domestik. Sementara itu pemerintah daerah, lewat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berperan penting dalam mengkaji dan merumuskan kebijakan pengendalian inflasi di daerah, terutama pada bidang pangan.

Pada bagian lain, menurut dia, pemerintah desa memainkan peran penting dalam merealisasi dana desa terutama untuk pembangunan infrastruktur seperti irigasi dan jalan.

Erani menilai penurunan inflasi menjadi modal bagi pemerintahan Jokowi untuk memacu pertumbuhan ekonomi ke depan. "Sehingga, target-target pembangunan lainnya seperti penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan dapat dicapai lebih cepat," ujar dia.






Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

2 jam lalu

Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

Sejumlah serikat buruh dan Partai Buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk penolakan kenaikan UMP DKI Jakarta 2023.


Benny Rhamdani Dianggap Ingin Dorong Jokowi Hadirkan Sifat Rezim Otoriter

2 jam lalu

Benny Rhamdani Dianggap Ingin Dorong Jokowi Hadirkan Sifat Rezim Otoriter

Bendahara Poros 98, Rahmat Hidayat, menyebut pernyataan Benny Rhamdani memancing kegaduhan politik.


APBD Mengendap di 7 Provinsi, Mendagri: 2024 Mau Pilih Kepala Daerah Seperti Itu?

3 jam lalu

APBD Mengendap di 7 Provinsi, Mendagri: 2024 Mau Pilih Kepala Daerah Seperti Itu?

Tito menuturkan, dengan sisa waktu kurang lebih 30 hari lagi, daerah-daerah tersebut akan sulit untuk merealisasikan serapan APBD di atas 70 persen.


Surpres Jokowi untuk Yudo Margono, Ini Perbedaan Surpres, Perpres, Keppres, dan Inpres

3 jam lalu

Surpres Jokowi untuk Yudo Margono, Ini Perbedaan Surpres, Perpres, Keppres, dan Inpres

Surat presiden atau Surpres Jokowi untuk Yudo Margono sudah turun. Apa bedanya Surpres dengan Keppres, Perpres dan Inpres?


Terpopuler Bisnis: Kaesang Pangarep Akan Bagikan Voucher Gratis, Jokowi Sayangkan APBD Mengendap Rp 278 T

4 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Kaesang Pangarep Akan Bagikan Voucher Gratis, Jokowi Sayangkan APBD Mengendap Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu, 30 November 2022 antara lain tentang Kaesang Pangarep akan memberikan 3 ribu voucher gratis.


Jokowi Sebut Situasi Tahun Depan Sangat Sulit: Kita Harus Memiliki Perasaan yang Sama

6 jam lalu

Jokowi Sebut Situasi Tahun Depan Sangat Sulit: Kita Harus Memiliki Perasaan yang Sama

Jokowi mengatakan kekeliruan dalam mengimplementasikan kebijakan fiskal maupun moneter dapat menimbulkan risiko yang besar.


Indef Prediksi Inflasi November Tembus 0,3 Persen, Harga Beras Jadi Pendorong Terbesar

10 jam lalu

Indef Prediksi Inflasi November Tembus 0,3 Persen, Harga Beras Jadi Pendorong Terbesar

Secara year on year, inflasi diperkirakan bakal mencapai 5 persen pada November ini.


Jokowi Bakal Stop Ekspor Bauksit hingga Kopi: Jangan dalam Bentuk Bahan Mentah

11 jam lalu

Jokowi Bakal Stop Ekspor Bauksit hingga Kopi: Jangan dalam Bentuk Bahan Mentah

Jokowi mengingatkan, tahun depan Indonesia bakal menghadapi ancaman resesi sehingga persaingan dalam memperebutkan investor semakin ketat.


Cerita Kaesang Pangarep Pernah Rugi 70 Persen Saat Investasi Saham

11 jam lalu

Cerita Kaesang Pangarep Pernah Rugi 70 Persen Saat Investasi Saham

Kaesang Pangarep, mengatakan untung dan rugi saat investasi saham adalah hal yang wajar.


Kaesang Pangarep Nikah: Sang Pisang hingga Mangkokku Buka Gerai, Ada 3.000 Voucher Gratis

13 jam lalu

Kaesang Pangarep Nikah: Sang Pisang hingga Mangkokku Buka Gerai, Ada 3.000 Voucher Gratis

Kaesang Pangarep mengatakan akan membagikan 3.000 voucher gratis dari Ultra Voucher (PT Trimegah Karya Utama).