2019, Pengembang Pasang Target Pesimistis Rumah Bersubsidi

Pengunjung melihat maket perumahan di pameran REI Mandiri Property Expo 2018 di JCC, Jakarta, Senin, 19 November 2018. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perusahaan Realestat Indonesia bekerja sama dengan Bank Mandiri ini menawarkan berbagai promo rumah bersubsidi. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia atau Apersi memasang target yang lebih konservatif pada komitmen pembangunan rumah bersubsidi di 2019.

Baca: Perumahan Bersubsidi Diprediksi Topang Pertumbuhan Properti 2019

“Kalau melihat kondisi ekonomi dan dari kebijakan, aturan saat ini saya pikir hanya akan pasang target 130.000,” ujar Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, Jumat pekan lalu, 28 Desember 2018. "Karena situasi seperti saat ini sulit untuk optimistis apalagi tahun depan."

Junaidi menyebutkan salah satu alasan pihaknya tak terlalu yakin dengan bisnis hunian bersubsidi adalah karena pemerintah kerap kali mengubah atau menambahkan kebijakan terkait pembangunan hunian bersubsidi setiap awal tahun. Ia mencontohkan, pada kuartal pertama 2018, pemerintah mengeluarkan kebijakan sertifikat layak fungsi (SLF) yang dinilai menjadi penghambat pembangunan rumah bersubsidi oleh pengembang.

Pada 2019, Junaidi mengatakan pemerintah akan meluncurkan peraturan terbaru terkait akreditasi pengembang melalui Kementerian PUPR yang akan mulai diberlakukan pada Januari 2019. Peraturan tersebut dinilai akan kembali menjadi faktor perlambatan realisasi pembangunan hunian bersubsidi oleh pengembang.

Aturan akreditasi ini, menurut Junaiudi, adalah hal yang baru dan pasti akan menghambat sehingga bakal memperlambat realisasi pembangunan hunian. "Karena tidak gampang sekian ribu pengembang mengikuti ketentuan secara tiba-tiba dan ini (perubahan aturan) selalu rutin dilakukan pemerintah setiap awal tahun,” ucapnya.

Ke depan, Junaidi mendesak pemerintah untuk tidak lagi membuat keputusan kebijakan atau ketentuan yang hanya akan menghambat realisasi. Ia berharap pada 2019 pemerintah lebih konsisten pada peraturan yang ada sehingga tidak menyulitkan baik pengembang maupun MBR itu sendiri untuk penyediaan hunian bersubsidi.

Baca: Kualitas Rumah Bersubsidi Buruk, Pengembang Masuk Daftar Hitam

Adapun, hingga akhir 2018 Apersi memperkirakan hanya akan kan memberikan kontribusi pembangunan hunian MBR sebanyak 100.000 unit. Sementara target pembangunan rumah bersubsidi sebanyak 130.000.

BISNIS






Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

3 hari lalu

Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

Bank sentral Cina berharap bisa meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit utang dan berpindah dari krisis ke krisis.


Properti The Maj Milik Gita Wirjawan di Bandung Dilelang Rp 314 Miliar

4 hari lalu

Properti The Maj Milik Gita Wirjawan di Bandung Dilelang Rp 314 Miliar

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. melelang aset berupa properti megah bernama The Maj Collection Hotel and Residences


Dubai Ikut Kecipratan Dampak Positif Piala Dunia 2022

4 hari lalu

Dubai Ikut Kecipratan Dampak Positif Piala Dunia 2022

Dubai ikut kecipratan dampak positif perhelatan Piala Dunia 2022 karena lokasinya dekat dengan Qatar.


Donald Trump Menangkan Gugatan yang Dilayangkan Keponakannya

13 hari lalu

Donald Trump Menangkan Gugatan yang Dilayangkan Keponakannya

Marry menuduh Donald Trump dan dua saudara Mary lainnya telah menipunya hingga jutaan dolar.


Naik 8,96 Persen, Laba Bersih Kuartal III 2022 PT PP Rp 141 Miliar

20 hari lalu

Naik 8,96 Persen, Laba Bersih Kuartal III 2022 PT PP Rp 141 Miliar

PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) membukukan pertumbuhan pendapatan menjadi sebesar Rp13,46 triliun pada kuartal III/2022.


Realisasi Kredit FLPP Triwulan III 2022 Rp 3,52 T, SMF: Untuk 154 Ribu Unit Rumah

24 hari lalu

Realisasi Kredit FLPP Triwulan III 2022 Rp 3,52 T, SMF: Untuk 154 Ribu Unit Rumah

SMF telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp3,52 triliun per triwulan III-2022.


Profil Alexander Tedja Pendiri Kerajaan Properti Pakuwon Jati, Semua Bermula dari Bioskop

24 hari lalu

Profil Alexander Tedja Pendiri Kerajaan Properti Pakuwon Jati, Semua Bermula dari Bioskop

Alexander Tedja urutan ke-27 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2022. Ia pendiri Pakuwon Jati pengelola Tunjungan Plaza sampai Gandaria City.


Profil Trihatma Kusuma Haliman, Kisah Sukses Pendiri Agung Podomoro Group

28 hari lalu

Profil Trihatma Kusuma Haliman, Kisah Sukses Pendiri Agung Podomoro Group

Trihatma Kusuma Haliman pendiri PT Agung Podomoro Land, Tbk. perusahaan yang membawahi Senayan City, Thamrin City, dan Central Park. Ini profilnya.


REI: Kuartal III 2022, Industri Properti Turun 14 Persen

28 hari lalu

REI: Kuartal III 2022, Industri Properti Turun 14 Persen

REI mengungkap laporan kinerja penjualan properti per kuartal III/2022 yang menurun 4 persen dari kuartal sebelumnya.


Tipe Apartemen Favorit Pembeli di Sydney Versi Crown Property Agency

35 hari lalu

Tipe Apartemen Favorit Pembeli di Sydney Versi Crown Property Agency

Direktur Crown Property Agency (CPA), Anthony Caudullo menjelaskan soal tipe apartemen yang semakin diminati pembeli di Sydney.