Solo Kebut Pembangunan 4.500 Rumah Bersubsidi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri di Kampung Sokerep,  Karanganyar yang terbengkalai dan mengalami kerusakan di bangunan dan jalanannya. TEMPO/Ukky Primartantyo

    Perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri di Kampung Sokerep, Karanganyar yang terbengkalai dan mengalami kerusakan di bangunan dan jalanannya. TEMPO/Ukky Primartantyo

    TEMPO.COJakarta - Pengembang perumahan di Surakarta mengebut pembangunan rumah bersubsidi di sekitar Kota Surakarta. Mereka mengejar target pembangunan 4.500 rumah murah hingga akhir tahun ini.

    Ketua Real Estate Indonesia (REI) Solo Anthony Abadi Hendro menyebutkan saat ini pengembang di Surakarta dan kabupaten di sekitarnya telah membangun 3.000 rumah murah bersubsidi. "Kami harap target 4.500 rumah bisa terealisasi hingga akhir tahun ini," katanya, kemarin. 

    Menurut dia, pasar rumah murah bersubsidi masih menjadi primadona bagi pengembang perumahan. "Jauh lebih mudah dalam menjualnya," ujar Anthony. Mereka mendapat banyak kemudahan, baik dari pemerintah maupun perbankan.

    Pasar rumah murah bersubsidi juga menjadi pilihan bagi para pengembang dalam menghadapi lesunya pasar rumah komersial. "Pasar rumah bersubsidi menjadi penopang dalam kondisi perekonomian yang masih lesu," tutur Anthony.

    Selain mengejar target, para pengembang harus segera menyelesaikan pembangunan rumah murah bersubsidi lantaran sudah terikat komitmen dengan calon pembeli. "Pembeli yang sudah membayar uang muka harus menerima rumahnya pada tahun ini," ucapnya.

    Sebab, harga rumah bersubsidi dipastikan naik pada tahun depan. "Sudah diatur oleh pemerintah," kata Anthony. Rumah yang saat ini berharga Rp 116 juta akan naik menjadi Rp 123 juta pada tahun depan.

    Anthony yakin target pembangunan rumah sebanyak 4.500 unit tersebut dapat terealisasi. Pemerintah daerah juga sudah cukup banyak memberikan dukungan dalam bentuk penyederhanaan izin pembangunan perumahan.

    "Kendala yang kami hadapi tinggal masalah harga tanah," ujarnya. Mereka harus mendapatkan tanah dengan harga relatif murah agar bisa membangun rumah bersubsidi. "Tanah di Kota Surakarta sudah tidak memungkinkan."

    Para pengembang hanya bisa membangun di kabupaten sekitar, seperti Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali. "Harga tanah masih banyak yang murah," tuturnya. 

    Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Solo Anggarani menyebutkan pihaknya mampu menyalurkan kredit pemilikan rumah bersubsidi di atas target. "Penyaluran kami sudah lebih dari Rp 40 miliar," katanya.

    Dia yakin realisasi penyaluran kredit akan bertambah seiring semakin mendekatnya akhir tahun. "Konsumen juga mengejar pembelian sebelum harga naik tahun depan," ujarnya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tata Tertib Penonton Debat Capres 2019, KPU Siapkan Kipas

    Begini beberapa rincian yang perlu diperhatikan selama debat Capres berlangsung pada Kamis, 17 Januari 2019. Penonton akan disediakan kipas oleh KPU.