Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

IHSG Ditutup Melemah di Tengah Antisipasi Kebijakan The Fed

Reporter

image-gnews
Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan
Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini Jumat, 14 Desember 2018, ditutup terkoreksi di tengah antisipasi investor terhadap kebijakan suku bunga the Fed.

Baca juga: Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Mengikuti Tren Bursa Saham Global

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 7,87 poin atau 0,13 persen menjadi 6.169,84. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,56 poin atau 0,06 persen menjadi 986,65.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang di Jakarta, Jumat mengatakan pergerakan IHSG mengalami tekanan pada akhir pekan ini setelah sempat berada di area positif, antisipasi investor terhadap sentimen eksternal membuat pergerakan indeks bervariasi.

"Kebijakan suku bunga Fed masih menjadi perhatian pasar, di tengah situasi itu investor hanya memanfaatkan momentum fluktuasi saham," ujarnya.

Ia menambahkan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi terhadap dolar AS turut memberi pengaruh negatif bagi pergerakan bursa saham domestik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Research Department, Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pelemahan IHSG diproyeksikan bersifat sementara mengingat fenomena "window dressing" pada akhir tahun ini cukup kuat.

"Menjelang akhir tahun, pada umumnya IHSG cenderung bergerak, pelaku pasar akan mengakumulasi saham-saham prospektif. Fundamental ekonomi nasional yang kondusif juga akan berpengaruh positif bagi pasar saham domestik," katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini  sebanyak 365.234 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 10,002 miliar lembar saham senilai Rp9,62 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 221 saham menurun, dan 151 saham tidak bergerak nilainya.

Selain IHSG, bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 441,36 poin (2,02 persen) ke 21.374,83, indeks Hang Seng melemah 429,56 poin (1,62 persen) ke 26.094,78, dan indeks Strait Times melemah 30,08 poin (0,97 persen) ke posisi 3.081,00.

ANTARA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ada Sentimen Kenaikan BI Rate, Ini 3 Saham Rekomendasi Indo Premier Sekuritas

19 jam lalu

Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan
Ada Sentimen Kenaikan BI Rate, Ini 3 Saham Rekomendasi Indo Premier Sekuritas

Analis Indo Premier Seluritas mengimbau untuk memperhatikan sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi pasar, salah satunya potensi kenaikan BI rate.


OJK Pilih 5 Nama Calon Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia, Berikut Profil Singkat Mereka

2 hari lalu

Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan
OJK Pilih 5 Nama Calon Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia, Berikut Profil Singkat Mereka

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memilih 5 nama calon komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2024-2028. Siapa mereka?


BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar pada 20 Juni 2024, Berapa Nilai per Lembarnya?

5 hari lalu

Pengguna mencoba aplikasi Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah saat Grand Launching Pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank Syariah Pertama di  Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 16 Januari 2024. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berkolaborasi dengan PT Mandiri Sekuritas meluncurkan Layanan Investasi #SerbaSyariah. Nasabah pun kini bisa membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring melalui Mandiri Online Securities Trading (MOST) Syariah. Tempo/Tony Hartawan
BSI Cairkan Dividen Tunai Rp855,56 Miliar pada 20 Juni 2024, Berapa Nilai per Lembarnya?

BSI tahun lalu membagikan dividen senilai Rp9,24 per lembar saham.


Gubernur BI Klaim Rupiah Stabil walau Nilai Tukar Terus Melemah

5 hari lalu

Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Gubernur BI Klaim Rupiah Stabil walau Nilai Tukar Terus Melemah

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, dibuka melemah seiring pasar menunggu rilis sentimen konsumen Amerika Serikat Juni 2024.


Ramai Dikabarkan PHK Besar-Besaran, GOTO Jelaskan Duduk Persoalan ke BEI

6 hari lalu

Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat 28 Mei 2021. Sejumlah mitra pengemudi Gojek berharap mergernya dua perusahan startup Gojek dan Tokopedia memberikan dampak positif bagi kalangan mitra dengan meningkatnya bonus dan insentif karena penggabungan tersebut telah meningkatkan nilai atau valuasi perusahaan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ramai Dikabarkan PHK Besar-Besaran, GOTO Jelaskan Duduk Persoalan ke BEI

Manajemen GoTo menjelaskan duduk persoalan ke otoritas BEI perihal ramai pemberitaan soal PHK yang dilakukan perseroan.


Ace Hardware akan Bagi Dividen Rp 33,5 per Saham

6 hari lalu

Ace Hardware akan Bagi Dividen Rp 33,5 per Saham

PT Ace Hardware akan membagikan dividen sebesar Rp 33,5 per lembar saham dengan total Rp 573,53 miliar atau 75 persen dari total laba bersih tahun buku 2023.


IHSG Sesi I Menguat 0,22 Persen, Sektor Energi Paling Moncer

6 hari lalu

Sejumlah pelajar berkunjung dan berfoto di ruang utama lantai Bursa Efek Infonesia, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2024. Berdasarkan data RTI Business, IHSG terpantau naik 0,30 persen atau 21,82 poin ke 7.269,23 pada pukul 09.02 WIB. TEMPO/Tony Hartawan
IHSG Sesi I Menguat 0,22 Persen, Sektor Energi Paling Moncer

IHSG sesi I hari ini tercatat menguat di level 6.865,4 atau naik 0,22 persen. Penguatan harga saham tertinggi terjadi pada sektor energi.


IHSG Diprediksi Bergerak Variatif di Rentang 6.800 - 6.880

6 hari lalu

Pengunjung melihat layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 16 April 2024. IHSG ambruk di tengah banyaknya sentimen negatif dari global saat Indonesia sedang libur Panjang dalam rangka Hari Raya Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 H, mulai dari memanasnya situasi di Timur Tengah, hingga inflasi Amerika Serikat (AS) yang kembali memanas. TEMPO/Tony Hartawan
IHSG Diprediksi Bergerak Variatif di Rentang 6.800 - 6.880

IHSG dibuka menguat 43,73 poin atau 0,64 persen ke posisi 6.893,83.


Analis: Penurunan Saham Emiten BSI Berlangsung Sesaat, Tak Perlu Khawatir

6 hari lalu

PP Muhammadiyah mengumumkan rencana penarikan dana simpanannya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Hal itu tercantum dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto berjudul 'Konsolidasi Dana' tertanggal 30 Mei 2024 ke sejumlah lembaga terafiliasi ormas keagamaan tersebut. FOTO/X
Analis: Penurunan Saham Emiten BSI Berlangsung Sesaat, Tak Perlu Khawatir

Ibrahim Assuaibi mengungkapkan beberapa alasan terjadinya sentimen di masyarakat terhadap BSI usai PP Muhammadiyah menarik dana mereka.


Pengamat Ungkap Alasan Saham BSI Lemah setelah PP Muhammadiyah Tarik Dana

7 hari lalu

PP Muhammadiyah mengumumkan rencana penarikan dana simpanannya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Hal itu tercantum dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto berjudul 'Konsolidasi Dana' tertanggal 30 Mei 2024 ke sejumlah lembaga terafiliasi ormas keagamaan tersebut. FOTO/X
Pengamat Ungkap Alasan Saham BSI Lemah setelah PP Muhammadiyah Tarik Dana

Perdagangan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI pada pekan lalu melemah di bursa efek setelah PP Muhammadiyah menarik dana