Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Mengikuti Tren Bursa Saham Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis, 13 Desember 2018, dibuka menguat seiring bursa saham global.

    Baca juga: IHSG Bakal Kembali Melemah Ikuti Pergerakan Bursa Global

    IHSG BEI dibuka menguat 25,29 poin atau 0,41 persen menjadi 6.140,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 6,31 poin atau 0,65 persen menjadi 981,57.

    "Membaiknya pasar global membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan," kata Kepala riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis.

    Menurut dia, penguatan bursa saham global, termasuk IHSG seiring optimisme menurunnya tensi perdagangan Amerika Serikat dan Cina setelah dikabulkan permohonan pembebasan penahanan petinggi perusahaan telekomunikasi Cina Huawei.

    "Permohonan pembebasan penahanan itu menurunkan perseteruan kedua negara itu dan diharapkan membantu kesepakatan perdagangan," katanya.

    Dari dalam negeri, lanjut dia, pemerintah juga optimistis APBN 2019 dalam kondisi sehat dan diharapkan menjadi momentum bagi pertumbuhan ekonomi.

    Research Department, Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pola pergerakan IHSG menunjukkan penguatan seiring optimisme investor terhadap fundamental perekonomian nasional yang masih menunjukkan kondisi cukup stabil.

    "Makro ekonomi Indonesia secara fundamental masih cukup kuat sehingga dapat menunjang kenaikan IHSG ke depannya," katanya.

    Selain IHSG, bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 126,50 poin (0,59 persen) ke 21.729,25, indeks Hang Seng menguat 169,73 poin (0,65 persen) ke 26.356,44, dan indeks Strait Times menguat 5,19 poin (0,17 persen) ke posisi 3.105,18.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.