Curhat Menteri PUPR, Rumah Pribadi Digusur untuk Tol Becakayu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, saat meninjau ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I, Bogor, Jawa Barat yang siap dibuka sebagai jalur mudik lebaran 2018, Kamis, 7 Juni 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, saat meninjau ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I, Bogor, Jawa Barat yang siap dibuka sebagai jalur mudik lebaran 2018, Kamis, 7 Juni 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Jakarta- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan rumahnya di Bekasi akan digusur untuk pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Tol Becakayu.

    Baca juga: Menteri PUPR: Indonesia Masih Butuh Ratusan Jembatan Gantung

    "Baru kali ini dalam sejarah, rumah menteri digusur untuk tol," ujar dia sambil tertawa dalam sambutannya di acara Bank BTN di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin, 10 Desember 2018.

    Basuki pun menuturkan, saat ini tinggal di rumah dinas Kementerian. Dia memiliki rumah pribadi di daerah Bekasi. Namun rumah tersebut akan digusur untuk pembangunan jalan tol.

    Dia menuturkan, Waskita, kontraktor proyek tersebut, menawarkan untuk membelokkan tol itu. Tetapi Basuki menolak dan meminta untuk membangun jalur tol sesuai dengan jalur yang sudah ditetapkan. "Saya tunggu ganti ruginya," ucap dia.

    Pernyataan tersebut terkait, proyek kepemilikan rumah yang sedang digodok Basuki berserta Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan. Menurut dia, banyak generasi muda yang belum memiliki rumah, karena beda prioritas dengan generasi sebelumnya. Padahal, menurutnya, nilai uang semakin menurun.

    Pemerintah, kata Basuki, sedang mempersiapkan hunian untuk generasi muda Indonesia. Nantinya, pemerintah membebaskan batasan gaji untuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Selain pembebasan syarat batasan gaji, Basuki menuturkan, bunga yang akan dibebankan untuk cicilan rumah tersebut, tidak lebih dari 5 persen dengan uang muka 1 persen dari total harga rumah. "Saya lagi rumuskan itu," ucap Basuki.

    Peran pemerintah, selain membuat regulasi, akan menyubsidi pembangunan rumah untuk milenial. Basuki menuturkan, kredit rumah tersebut dapat diajukan di bank manapun, termasuk bank swasta.

    Rencananya, skema KPR untuk milenial, akan diluncurkan pada tahun depan. Menteri PUPR tersebut mengatakan, penyediaan rumah dengan kredit ringan merupakan mandat dari Presiden Joko Widodo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.