Menteri PUPR: Indonesia Masih Butuh Ratusan Jembatan Gantung

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi SD berjalan melintasi jembatan gantung Haji Hasan yang terlihat sudah reyot di RT11 RW2 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Januari 2018. Jembatan yang terkenal sebagai jembatan Indiana Jones tersebut menjadi penghubung kawasan Jakarta Selatan dengan wilayah Cimanggis, Kota Depok. Tempo/Imam Hamdi

    Siswi SD berjalan melintasi jembatan gantung Haji Hasan yang terlihat sudah reyot di RT11 RW2 Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Januari 2018. Jembatan yang terkenal sebagai jembatan Indiana Jones tersebut menjadi penghubung kawasan Jakarta Selatan dengan wilayah Cimanggis, Kota Depok. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya telah membangun 164 buah jembatan gantung sepanjang tahun 2018 ini. "Dan masih diperlukan ratusan jembatan gantung lagi agar tidak ada lagi jembatan “Indiana Jones” di Indonesia,” kata Basuki, dikutip dari keterangan resmi, Ahad, 9 Desember 2018

    Baca: PUPR akan Beri Penghargaan bagi Pekerja Istaka Karya yang Syahid

    Basuki menjelaskan, pada kurun waktu 2015 hingga 2018, telah dibangun sepanjang 3.432 kilometer jalan baru, seperti perbatasan Kalimantan, Papua dan NTT yang melebihi target 2.650 Km hingga 2019.  Selain itu, telah dibangun jembatan dengan total panjang 39.798 meter melebihi target 29.859 yang semula akan diselesaikan tahun 2019. 

    Pembangunan infrastruktur ini, diyakini Basuki, dapat mempersatukan Indonesia, terutama dari sisi konektivitas. Sementara untuk mendukung ketahanan pangan dan air nasional, Basuki mengatakan saat ini telah rampung pembangunan 17 bendungan dari target pembangunan 65 bendungan hingga 2019.

    Selain itu, juga dibangun sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi termasuk melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) salah satunya SPAM Umbulan yang akan mensuplai air bagi masyarakat Jawa Timur yakni di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik dan sekitarnya. 

    Penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dilakukan bekerjasama dengan stakeholder lain seperti asosiasi pengembang, pemda, dan perbankan dalam Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan sejak tahun 2015. "Progresnya setiap tahun meningkat, dimana untuk tahun  2018 mencapai diatas satu juta rumah yakni sebesar 1.041.323 unit," ujar Basuki.

    Selain itu, Basuki mengatakan pembangunan infrastruktur yang menjadi program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke depannya juga akan menjadi modal bagi generasi muda atau milenial untuk lebih berdaya saing. Generasi milenial akan jadi penentu masa depan Indonesia Emas tahun 2045. 

    Baca: Dirjen Cipta Karya PUPR: Indonesia Kekurangan Insinyur

    “Misalnya, tersambungnya Tol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan pabrik utama,” kata Basuki.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.