Minggu, 16 Desember 2018

Enggartiasto Turunkan Anak Buah Pantau Harga Pangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memantau harga bawang dan cabai yang tetap stabil saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memantau harga bawang dan cabai yang tetap stabil saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga pangan di sejumlah daerah masih terkendali menjelang libur natal dan tahun baru. “Seluruh Eselon 1 sudah turun sesuai dengan tanggung jawab di wilayahnya, melakukan koordinasi dengan Dinas terkait, dan ini sudah lebih dari separuh provinsi didatangi. Sampai saat ini Alhamudulillah (harga) terkendali,” kata dia selepas menghadiri Penetapan dan Peresmian Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur tahun 2018 di Bandung, Kamis, 6 Desember 2018.

    Enggartiasto mengatakan dari sejumlah harga pangan, hanya telur yang terpantau naik. Dia enggan menjelaskan penyebab kenaikan harga telur terutama berkaitan dengan minimnya pasokan jagung untuk pakan ternak.

    Dia mengaku belum mendapat laporan soal realisasi impor jagung. “Itu belum tahu. Belum (mendapat laporan dari Bulog),” kata Enggar.

    Di sela acara Penetapan dan Peresmian Daerah Tertib Ukur dan Pasar Tertib Ukur tahun 2018 di Bandung yang dihadiri perwakilan sejumlah bupati/walikota serta Dinas Perdagangan kabupaten/kota di Indonesia, Enggartiasto meminta daerah memantau perkembngan harga menjelng akhir tahun ini. “Saya titip tolong pantau harga. Dengan segala keterbatasan yang ada, jangan sampai terjadi gejolak,” kata dia.

    Enggartiasto mengklaim mayoritas pedagang dan pengusaha setuju menolak praktek penimbunan barang. “Mayoritas mereka kenal Ibu dan Bapak. Kumpulkan mereka, ajak turun ke bawah, ke sub-nya dan pedagang. Jaga ya, jangan timbun berlebihan,” kata dia.

    Enggar mengatakan, pengendalian harga pangan tersebut untuk menekan inflasi tetap rendah. “Insya Allah sampai dengan akhir tahun bisa mencapai di bawah 3,5 persen. Itu artinya daya beli masyarakat tidak tergerus,” kata dia.

    Dia juga menyinggung sola perhelatan Pemilu 2019 yang tinggal hitungan bulan. “Tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan. Perbedaan biasa, tapi jangan kita memecah belah persatuan hanya untuk urusan itu," ujarnya.

    Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Eric M Attaurik mengatakan, harga pangan relatif stabil. “Ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Yang naik turun itu di sektor sayuran. Sepeti wortel ada kenaikan, tapi di satu sisi cabe mengalami penurunan. Tapi relatif pasokan lancar. Tim Satgas Pangan Polda Jabar sudah turun di Kota Bandung, tim Kementerian Perdagangan sudah turun melakukan pemantauan. Alhamdulillah pasokan lancar, harga relatif stabil,” kata dia di Bandung, Kamis, 6 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".