Susi Pudjiastuti: Permintaan Ikan Tidak Akan Berhenti, Sebab..

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan di HUT Korpri di Gelora Bung Karno. 25 November 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan sambutan di HUT Korpri di Gelora Bung Karno. 25 November 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pelaku usaha nasional untuk dapat mengambil manfaat terhadap permintaan terhadap konsumsi ikan yang tidak pernah berhenti dan terus meningkat.

    BACA: Luhut Panggil Susi Pudjiastuti Bahas Kapal Sitaan Pekan Depan

    "Jadi permintaan ikan ini tidak akan berhenti. Kami ambil contoh, setiap tahun penduduk Indonesia itu naik 2 juta orang, bisa dihitung berapa tambahan kebutuhan ikan per tahunnya," kata Susi Pudjiastuti dalam rilis yang diterima di Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

    Menurut dia, budidaya ikan sejak 30 tahun terakhir di seluruh dunia menjadi tumpuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang naik setiap hari, seiring pertumbuhan penduduk yang terus naik.

    Menteri Susi juga berpendapat bahwa ke depannya, permasalahan penting dinilai bukan lagi terkait permasalahan ideologi dan politik, tetapi lebih kepada persoalan keamanan pangan.

    Sebelumnya, KKP menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan nasional memiliki kecenderungan yang selalu naik setiap tahun, terutama bila merujuk kepada data sepanjang lima tahun terakhir.

    "Ikan merupakan sumber protein yang sangat besar, dengan makan ikan kita bisa lebih sehat dan turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Rifky Effendi Hardijanto di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

    KKP mengajak seluruh elemen masyarakat bukan sekedar mengkonsumi saja tapi turut serta menggerakan makan ikan menjadi suatu budaya bangsa.

    Rifky memaparkan, sepanjang lima tahun belakangan, target konsumsi ikan per kapita tahunnya selalu meningkat, yaitu tahun 2014 sebesar 38,14 kilogram (kg) per kapita, tahun 2015 sebesar 40,9 kg per kapita, tahun 2016 sebesar 43,88 kg per kapita, tahun 2017 sebesar 47,12 kg per kapita, dan tahun 2018 sebesar 50 kg per kapita per tahun tahun, sementara untuk tahun 2019, target konsumsi perikanan nasional menjadi 54,49 per kapita per tahun tahun.

    BACA: Sandiaga Tak Mau Dibenturkan dengan Susi Pudjiastuti

    Ia menyebutkan bahwa hampir pertahunnya target konsumsi ikan nasional selalu terpenuhi bahkan tidak jarang melebihi target yang ditetapkan, seperti pada tahun 2015 konsumsi ikan masyarakat mencapai 41,1 kg per kapita per tahun, berhasil melampaui yang ditargetkan sebesar 40,9 kg per kapita per tahun.

    "Ini bukti kalau masyarakat kita sudah mulai sadar akan pentingnya mengkonsumsi ikan bagi kesehatan," ucapnya.

    Meski demikian, sambung Rifky, pihaknya menyatakan tidak harus berhenti sampai di situ dan akan terus didengungkan akan pentingnya makan ikan.Hal tersebut adalah agar konsumsi ikan nasional per kapita per tahunnya terus naik.

    "Kita jangan sampai kalah dengan negara tetangga, seperti Malaysia 70 kg per kapita per tahun, dan Singapura 80 kg per kapita per tahun, dan Jepang mendekati 100 kg per kapita per tahun," paparnya.

    Baca: Susi Pudjiastuti: RI Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.