Perluas BBM, Pertamina Kerja Sama dengan Pos Indonesia dan PT KAI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Awalnya, harga Premium diberitakan akan naik 7 persen dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 per liter. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Awalnya, harga Premium diberitakan akan naik 7 persen dari Rp 6.550 menjadi Rp 7.000 per liter. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menandatangani kerjasama atau nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero). Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kerjasama itu merupakan upaya pemerintah melalui BUMN untuk memperluas jaringan penjualan serta menyalurkan produk Pertamina dengan mengoptimalkan aset dan memanfaatkan armada Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

    BACA: Pertamina dan Jasa Marga Teken Kerja Sama Bangun SPBU

    “Kami bersinergi untuk mengembangkan potensi bisnis masing-masing dan memperkuat jaringan pemasaran untuk memenuhi kebutuhan energi di masyarakat,” kata Nicke usai mengikuti penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 26 November 2018.

    Adapun, butir kesepakatan kerjasama Pertamina dengan Pos Indonesia meliputi pemanfaatan jaringan outlet pos untuk penjualan produk Pertamina seperti LPG dan penggunaan armada pos untuk mengantarkan produk Pertamina ke konsumen, serta memanfaatkan lahan-lahan Pos Indonesia untuk pembangunan SPBU.

    BACA: Bor Blok Mahakam, Pertamina Datangkan Rig dari Singapura

    Sementara kerjasama dengan KAI, dilaksanakan berdasarkan butir kesepakatan yakni optimalisasi pengelolaan aset KAI untuk pembangunan SPBU ataupun unit bisnis lainnya, peningkatan pengiriman BBM dan produk Pertamina lainya dengan menggunakan moda kereta api, serta pengembangan usaha potensial lainnya.

    Direktur Utama Pos Indonesia, Gilarsi W. Setijono mengatakan saat ini Pos Indonesia mempunyai jaringan yang sangat luas dengan 4.800 kantor dan lebih dari 4.300 diantaranya telah online. Sedangkan jumlah titik layanannya (point of sales) mencapai 24.410 titik dalam bentuk kantor pos sendiri dan lebih dari 49 ribu berbentuk agen pos.

    Dengan jaringan yang sangat luas ini, Kantor Pos merupakan tempat yang sangat strategis  untuk penjualan produk Pertamina. Di samping itu, pemanfaatan lahan milik Pos Indonesia juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai SPBU serta kerjasama lainnya yang akan disepakati bersama.

    "Dalam hal ini Pertamina bisa memanfaatkan jejak jaringan Pos Indonesia sehingga mereka tidak perlu berinvestasi karena jejaknya sudah ada. Dari sisi kami, dengan kerjasama ini diharapkan bisa menambah revenue," kata Gilarsi dalam acara yang sama.

    Adapun, Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan sebagai BUMN transportasi yang memiliki sejumlah aset potensial dan strategis di berbagai wilayah akan terus dioptimalkan melalui pemanfaatan lahan. Selain itu, KAI juga seharusnya bisa melakukan pengembangan angkutan logistik dan kerjasama usaha lainnya.

    "Sinergi ini merupakan hal yang sangat krusial untuk meningkatkan daya saing kami," kata Edi.

    Baca berita tentang Pertamina lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.