Bor Blok Mahakam, Pertamina Datangkan Rig dari Singapura

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Suasana North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Balikpapan –PT Pertamina Hulu Mahakam atau PHM mendatangkan Rig Hakuryu 14 guna pengeboran Lapangan Bekapai perairan Selat Makassar yang masuk area Blok Mahakam. Fasilitas pengeboran minyak lepas pantai ini didatangkan langsung dari galangannya di Singapura.

    “Kami mendatangkan langsung dari Singapura guna melakukan pengeboran minyak di Lapangan Bekapai,” kata General Manager PHM, John Anis, Kamis, 22 November 2018.

    BACA: Pertamina: Realisasi Lembaga Penyalur BBM Terluar Selesai 2018

    Rig Hakuryu 14, kata Anis, merupakan milik PT Japan Drilling Indonesia yang selesai dibangun tahun 2018 ini. Rig tersebut ditarik langsung dari galangannya di Singapura akhir Oktober dan tiba perairan Balikpapan 12 November lalu.

    “Upaya untuk mendatangkan dan mengoperasikan Rig Hakuryu-14  dapat terlaksana berkat dukungan penuh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, SKK Migas, maupun berbagai otoritas pemerintah yang terkait,” ujarnya.   

    Rig Hakuryu 14 dioperasikan guna mengebor dua sumur yakni BG 21 dan BG 22 di Lapangan Bekapai. Selanjutnya, rig ini rencananya juga mengebor enam sumur lainnya di tiga lapangan Blok Mahakam. “Rig ini akan dioperasikan di WK Mahakam selama setahun, dengan opsi perpanjangan selama 1 tahun,” ungkap Anis.

    Selama setahunan ini, Anis mengatakan, PHM sudah empat kali mendatangkan rig pengeboran area delta Mahakam dan lepas pantai Selat Makassar. Empat rig untuk menuntaskan target pengeboran 65 sumur wilayah kerja Mahakam sesuai rencana disetujui SKK Migas. “Ada empat yakni Rig Maera, Rig Yani, Rig Tasha dan Rig Hakuryu-14,” sebutnya.

    Sesuai perencanaan, Anis menyebutkan, PHM pun mendatangkan rig kelima yang tiba bulan Desember nanti. Menurutnya, PHM berkomitmen meningkatkan produksi gas dan minyak secara optimal dalam pengelolaan Blok Mahakam. ”Rencananya pada tahun 2019 kelima rig tersebut akan melanjutkan kegiatan pengeboran yang lebih aktif di WK Mahakam,” lanjutnya.

    Seperti diketahui, PHM menggenjot produk sumur H-L-174 di Lapangan Handil, bulan September lalu. Sumur baru ini pun mampu memproduksi 1.057 BOPD minyak dan 2,6 MMscfd gas.

    PHM sempat mengklaim, produksi sumur ini jauh melampaui perkiraan sebesar 598 BOPD minyak. Produksi sumur baru ini berkontribusi mendongkrak produksi Lapangan Handil mencapai 18.207 BOPD dan 11,5 MMscfd gas.

    Dulunya, Lapangan Handil sangat kaya potensi minyak mentah. Proses eksploitasi secara alami kala itu mampu menghasilkan 200 ribu BOPD minyak.

    Kini, eksploitasi sumur tua di Handil harus dibantu berbagai teknologi migas. Itu semua akibat penurunan tekanan reservoir yang berdampak negatif terhadap produksi migas.

    Luas Lapangan Handil sekitar 40 kilometer persegi di kawasan Delta Mahakam. Cadangan minyaknya terletak di zona utama kedalaman 1.500 – 2.700 meter di bawah permukaan tanah.

    Selama ini, Lapangan Handil sudah memproduksi 900 juta barrel kondesat dan 1,9 Tcf gas. Lapangan Handil menjadi salah satu andalan eksploitasi migas di Blok Mahakam.

    Blok Mahakam menghasilkan gas yang terutama berasal dari Lapangan Tambora, Tunu, Peciko, Sisi Nubi, dan South Mahakam.  Selain itu, Blok Mahakam pun berproduksi minyak mentah berasal dari Lapangan Bekapai dan Handil.

    Permasalahan utama, Blok Mahakam sudah berusia 50 tahun sehingga memasuki fase penurunan produksi secara alami. Produksinya kini di kisaran 44 ribu BOPD kondesat dan 976 MMscfd gas dari keseluruhan lapangan. 

    Baca berita tentang Pertamina lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?