Pertamina Stop Penyaluran BBM ke SPBU Kalumata, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Ternate - Pertamina Maluku Utara (Malut), menghentikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke SPBU Kalumata. Alasannya, SPBU Kalumata melanggar aturan Pertamina terkait penyaluran BBM.

    Simak: Pertamina Tambah Layanan SPBU di Tol Trans Jawa

    "Pengelola SPBU Kalumata telah diberi peringatan secara tertulis terkait sejumlah hal yang harus dibenahi, misalnya pembenahan alat pemadam kebakaran dan lampu penerangan di kawasan SPBU," kata Sales Executive Retail Pertamina Malut, Hutama Yoga Wisesa di Ternate, Sabtu 17 November 2018.

    Selain itu, jalan ke SPBU dibiarkan berlubang dan belum adanya pembenahan secara fisik SPBU. Selain itu masalah administrasi belum terbenahi. Pertamina akhirnya memutuskan untuk menghentikan penyaluran BBM ke SPBU tersebut.

    Namun, kata Hutama Yoga Wisesa, khusus untuk hari Sabtu dan Minggu Pertamina tetap menyalurkan BBM ke SPBU Kalumata, sedangkan hari lainnya menunggu setelah pengelola SPBU itu memenuhi semua yang diminta Pertamina dibenahi.

    Tindakan Pertamina itu semata-mata untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat BBM yang dijual Pertamina merupakan bahan yang sangat mudah terbakar dan bisa mencemari lingkungan sekitar.

    Karena itu, Hutama mengharapkan kepada pengelola SPBU lainnya di Ternate dan kabupaten/kota lainnya di Malut untuk mematuhi semua ketentuan yang berlaku. Pertamina, kata dia, tidak akan segan-segan menerapkan sanksi seperti yang diberikan kepada pengelola SPBU Kalumata.

    Penghentian penyaluran BBM di SPBU Kalumata tersebut dipastikan tidak akan menggganggu pemenuhan kebutuhan BBM bagi masyarakat, karena di daerah ini ada tiga SPBU lainnya yang tetap mendapat pasokan BBM seperti biasa yakni 16 hingga 18 kl setiap hari kepada masing-masing SPBU.

    Sementara itu, Manager Comunication CSR MOR VIII Wilayah Maluku-Papua, Eko Kristiawan setuju dengan sikap PT Pertamina Malut dalam menindak tegas sikap SPBU yang tidak memenuhi syarat tersebut.

    Untuk memenuhi penyediaan BBM untuk masyarakat, kata Eko, Pertamina telah menargetkan akan meresmikan 18 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga serta 40 Lembaga Penyalur pada bulan September.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.