Selasa, 20 November 2018

Rusdi Kirana Hanya Diam Saat Bertemu Keluarga Korban Lion Air

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Lion Air, Bapak Rusdi Kirana kunjungi dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berada di pusat krisis, Hotel Ibis, Cawang. instagram.com/lionairgroup

    Pendiri Lion Air, Bapak Rusdi Kirana kunjungi dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berada di pusat krisis, Hotel Ibis, Cawang. instagram.com/lionairgroup

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri maskapai penerbangan Lion Air Group, Rusdi Kirana hadir dalam pertemuan dengan keluarga korban JT 610 di Hotel Ibis, Jakarta. Dalam sesi pertemuan yang dilakukan sejak pukul 10.00 ini, keluarga meluapkan keluh kesahnya terhadap pertanggungjawaban Lion Air.

    Baca: Ayah Ikhlaskan Kepergian Jaksa Dodi, Korban Lion Air Jatuh

    Rusdi Kirana didampingi Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait dan Direktur Oprasional Lion Air, Daniel Putut Adi Kuncoro. "Yang namanya Pak Rusdi Kirana mohon berdiri, saya mau lihat langsung bapak," ujar Muhammad Bambang Sukandar, salah satu keluarga korban di Hotel Ibis, Senin, 5 November 2018.

    Rusdi Kirana yang mengenakan kemeja putih, langsung berdiri dan menghadap ke keluarga korban. Tidak ada sepatah kata pun yang dikeluarkan oleh Rusdi dalam dialog tersebut. Dia hanya mengangguk-angguk sambil mendengarkan keluhan para keluarga korban.

    Sambil terisak, Bambang meminta Lion Air agar membenahi menejemennya. Dia tidak ingin hal tersebut terulang lagi. Dia masih berharap jasad anaknya dapat ditemukan dan dikembalikan ke keluarga. "Mohon diproses dengan baik," ucap dia.

    Keluarga korban mengaku tidak mendapatkan perhatian dari pihak maskapai, seperti yang sering disebutkan oleh Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait. Mereka mengaku tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari Lion Air.

    Pengakuan lainnya diungkapkan oleh ayah dari Jaksa Johan Ramadan, dia menuturkan Lion Air tidak pernah merangkul keluarga korban. Keluarga korban mencari sendiri informasi dalam ketidak pastian. "Pak Rusdi gagal dalam hal ini," ucap dia.

    Soal uang kompensasi yang akan diberikan oleh Lion Air, kata para keluarga korban, ialah kewajiban maskapai dan tertulis dalam peraturan. Namun, yang diinginkan oleh keluarga korban ialah empati dari pihak Lion Air dalam memperlakukan keluarga korban.

    Selain itu, keluarga korban Rank Sukandar meminta penjelasan terkait kebenaran pesawat Lion Air JT 610 yang dikabarkan telah mengalami gangguan sejak penerbangan sebelumnya.

    "Kami dapat informasi bener atau tidak bahwa pesawat ini sudah trouble dari bandara Ngurah Rai. Take off sampai landing di bandara Cengkareng," ujar dia. "Dalam hal ini teknisi Lion harus bertanggung jawab penuh atas nyawa," ujar dia sambil menangis.

    Usai dialog, Rusdi Kirana tetap tidak mengeluarkan kata-kata dari mulutnya. Dia langsung menghindari wartawan yang ingin mengkonfirmasi soal dialog tersebut. Rusdi memilih untuk berlalu didampingi direksi Lion Air.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang turut hadir dalam dialog tersebut meminta maaf jika dalam pelayanan dan pencarian korban masih terdapat kekurangan. "Kami memberikan kesempatakan keluarga korban untuk membahas bersama-sama," ucap dia.

    KARTIKA ANGGARAENI I CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.