Dua Tenaga Ahli Boeing Bantu Investigasi Lion Air

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim DVI Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610, yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim DVI Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610, yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Kelai Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara, Avrianto, mengatakan dua orang tenaga ahli dari Perusahaan Boeing telah diperbantukan untuk melakukan investigasi jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. "Siang ini datang ke kantor kami," ujar dia di Kantor Kemenhub, Jumat, 2 November 2018.

    Simak : Investigasi Pesawat Jatuh, Kemenhub Temui Para Ahli Boeing

    Selanjutnya, Avrianto menjelaskan, dalam pertemuan tersebut baru dibahas mengenai temuan sementara dan langkah yang akan dibuat oleh Kemenhub, Boeing, dan Lion Air. "Kami akan membuat license plan," ucap dia.

    Pembuatan license plan tersebut, kata Avrianto, masih menunggu perkembangan invertigasi dari Komite Nasional Keselamatan Trasnportasi (KNKT). Selain itu, mereka juga membahas soal permasalahan di log book yang ada di penerbangan Lion Air sebelumnya.

    Sebelumnya Boeing menyatakan siap memberikan bantuan teknis untuk investigasi pesawat Lion Air tersebut. Pesawat dengan nomor regitrasi PK LQP jenis Boieng 737 MAX ini buatan 2018 dan baru dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018 alias dua setengah bulan lalu. Pesawat terbang ini pun dinyatakan laik operasi.

    Kementerian Perhubungan menyatakan sertifikat registrasi dan sertifikat kelaikudaraan pesawat Lion Air baru dikeluarkan 15 Agustus 2018. Adapun sertifikat kelaikan udara itu berlaku hingga 14 Agustus 2019.

    Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut, mengatakan dalam inspeksi seluruh pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air, tidak beroperasi, hingga setelah diperiksa. "Ada sembilan, satu dengan kejadian ini jadi delapan. Pemeriksaan memerlukan waktu karena cukup detail," ucap Daniel.

    Pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB menuju Pangkalpinang pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing tersebut jatuh di koordinat koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”.

    Sebelumnya, tim gabungan evakuasi kecelakaan telah menemukan salah satu bagian dari black box Lion Air JT 610, yaitu Fligth Data Recorder (FDR) di kedalaman 32 meter. Black box FDR ditemukan setelah dua kapal pencari mendeteksi sinyal ping dari alat berwarna oranye tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.