Pernyataan Rusdi Kirana, Bos Lion Air yang Pesawatnya Jatuh

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden direktur Lion Grup, Rusdi Kirana, menunjukan model pesawat dalam penandatanganan kontrak dengan CEO ATR di Palazzo Chigi, Roma, 27 November 2014. ANDREAS SOLARO/AFP/Getty Images

    Presiden direktur Lion Grup, Rusdi Kirana, menunjukan model pesawat dalam penandatanganan kontrak dengan CEO ATR di Palazzo Chigi, Roma, 27 November 2014. ANDREAS SOLARO/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air  JT-616 tujuan Pangkalpinang dari Jakarta jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat membawa 188 orang termasuk penumpang dan awak kabin.

    Baca: Pemilik Lion Air Rusdi Kirana Terbang ke Jakarta, Batalkan Agenda

    Setelah kejadian nahas itu, Rusdi Kirana yang merupakan pendiri serta pemilik Lion Air mengeluarkan pernyataan. Melalui akun instagram, Rusdi Kirana menyampaikan bela sungkawa dan duka cita atas insiden jatuhnya Lion Air JT610 di Perairan Karawang Provinsi Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018.

    "Dan dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita yang mendalam atas insiden #JT610. Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk mendoakan yang terbaik bagi saudara kita beserta para keluarga insiden ini," katanya melalui Instastory.

    Seorang pejabat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan Rusdi Kirana langsung berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi pada Senin sore, waktu Malaysia. Ia juga membatalkan sejumlah agenda seperti kunjungan ke Kinabalu setelah mendengar berita kecelakaan Lion Air.

    Saat kejadian, pendiri Batik Air, Malindo Air dan LionAirThai ini enggan memberikan tanggapan saat dihubungi media melalui sekretarisnya. Berdasarkan informasi dari staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana dikabarkan sangat terpukul dan bersedih atas peristiwa jatuhnya Lion Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.