Pemilik Lion Air Rusdi Kirana Terbang ke Jakarta, Batalkan Agenda

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Wantimpres, Rusdi Kirana. TEMPO/Subekti.

    Anggota Wantimpres, Rusdi Kirana. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri dan CEO Lion Air Grup Rusdi Kirana langsung bertolak ke Jakarta setelah mendapat berita kecelakaan pesawat Lion Air, Senin, 29 Oktober 2018. Rusdi Kirana saat ini menjabat sebagai Duta Besar di Malaysia.

    BACA: Hari Oeang, Sri Mulyani Doakan Pegawai yang Jadi Korban Lion Air

    Seorang pejabat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan Rusdi Kirana berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi pada Senin sore, waktu Malaysia. Ia juga membatalkan sejumlah agenda seperti kunjungan ke Kinabalu.

    Saat kejadian, pendiri Batik Air, Malindo Air dan LionAirThai ini enggan memberikan tanggapan saat dihubungi media melalui sekretarisnya. Berdasarkan informasi dari staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana dikabarkan sangat terpukul dan bersedih atas peristiwa tersebut.

    Baca juga: Lion Air JT - 610 Seharga Rp 1,7 Triliun Hanya Terbang Tiga Bulan

    "Saat memimpin upacara terlihat sudah tidak fokus. Mungkin baru menerima telepon musibah Lion Air," ujar seorang staf yang enggan disebut namanya.

    Melalui akun instagram @rusdi.kirana, ia menyampaikan bela sungkawa dan duka cita atas insiden jatuhnya Lion Air JT610 di Perairan Karawang Provinsi Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018.

    Ia mengunggah status memimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda di Kuala Lumpur. "Dan dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita yang mendalam atas insiden #JT610. Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk mendoakan yang terbaik bagi saudara kita beserta para keluarga insiden ini," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.