BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Q3 2018 di Atas 3 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pidato pembuka saat Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pidato pembuka saat Indonesia Investment Forum 2018 di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ICom/AM IMF-WBG/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal III 2018 akan melebihi batas aman di level 3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Menurut Perry, kondisi ini terjadi lantaran defisit selama Juli dan Agustus 2018 masih cukup tinggi, ketimbang surplus yang baru diperoleh pada September 2018.

    Baca juga: 2019, BI Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Turun Jadi 2 Persen

    "Jadi di kuartal III 2018, wajar kalau masih di atas 3 persen," kata Perry di Kantor BI, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Oktober 2018. Hanya saja, BI meyakini jika defisit pada kuartal III tersebut tidak akan sampai melebihi 3,5 persen dari PDB.

    Sejak awal tahun ini, neraca transaksi berjalan Indonesia memang terus memerah alias mengalami defisit. Pada kuartal I 2018, defisit masih di batas level aman 3 persen dari PDB yaitu sebesar 2,1 persen. Lalu pada kuartal II 2018, angka defisit tembus menyamai level aman 3 persen. Kini di kuartal III 2018, angkanya diprediksi naik melebihi itu.

    Menurut Perry, defisit masih terjadi pada Juli dan Agustus karena adanya defisit perdagangan minyak dan gas. Akan tetapi, kata Perry, mulai September, beberapa kebijakan pengendalian impor dari pemerintah sebagai upaya memperbaiki defisit transaksi berjalan mulai menunjukkan hasil positif. "Jadi prediksinya defisit angka kembali turun pada kuartal IV 2018," ujarnya.

    Meski defisit pada kuartal III 2018 diperkirakan melebihi batas aman, BI optimistis angka untuk keseluruhan tahun tidak akan melebihi 3 persen. "Karena langkah-langkah pengendalian impor itu, seperti B20, kenaikan harga BBM, maupun ketentuan pajak penghasilan atau pph impor," tuturnya. Bahkan pada 2019, defisit transaksi berjalan diharapkan bisa turun hingga ke level 2,5 persen saja dari PDB.

    Keyakinan itu juga sudah disampaikan Perry kepada dunia internasional dalam Pertemuan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018. Di tengah rencana The Federal Reserve atau The Fed yang akan terus menaikkan suku bunganya, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan tetap berada di bawah batas aman.

    "Kami melihat defisit transaksi berjalan tahun ini 2,9 persen dari PDB. Kalau dilihat di Indonesia, angka di bawah 3 persen adalah batas aman,” kata Perry Warjiyo dalam acara Central Banking Forum di The Conrad Hotel di sela-sela di Pertemuan IMF-World Bank tersebut.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.