2019, BI Targetkan Defisit Transaksi Berjalan Turun Jadi 2 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah) seusai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Kenaikan BI 7-Day Repo Rate ini sebagai langkah penguatan kerangka operasi moneter. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah) seusai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Kenaikan BI 7-Day Repo Rate ini sebagai langkah penguatan kerangka operasi moneter. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yakin defisit transaksi berjalan atau CAD bisa menurun menjadi minus 2,5 persen pada tahun ini. Sedangkan pada tahun depan Perry memprediksi CAD akan menjadi minus 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Simak: Neraca Perdagangan Terus Menerus Defisit

    "Ke depan kami perkirakan untuk tahun 2019 kami perkirakan defisit transaksi berjalan itu akan turun. Kami perkirakan untuk 2018 ini defisit transaksi berjalan kurang lebih sekitar 2,5 persen PDB, tahun depan kami perkirakan turun menjadi 2 persen," kata Perry di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 5 September 2018.

    Perry menyampaikan beberapa langkah konkret yang dilakukan pemerintah antara lain dengan penerapan penggunaan bahan bakar minyak dengan campuran biodiesel 20 persen atau B20 untuk public service obligation atau PSO dan non PSO.

    Menurut Perry penerapan B20 bisa mengurangi kebutuhan impor sekitar US$ 2,2 miliar tahun ini atau sekitar US$ 6,6 miliar. Penerapan B20, kata Perry juga bisa menaikkan ekspor kelapa sawit sebesar US$ 5 miliar.

    "Sehingga tahun depan kemudian ada tambahan devisa dari penurunan impor minyak yang ini US$ 9 sampai 10 miliar. Ini akan menurunkan defisit transaksi berjalan mulai triwulan-triwulan ke depan dan secara khusus akan lebih besar tahun depan," ujar Perry.

    Saat ini defisit transaksi berjalan tercatat pada semester I 2018 sebesar US$ 13,75 miliar atau setara dengan 3 persen dari PDB.

    Lebih lanjut Perry mengatakan langkah lain yang juga dilakukan pemerintah dan BI mendukung koordinasinya, yaitu meningkatkan pariwisata.

    "Langkah mendorong pariwisata salah satunya menambah atau melebarkan anjungan di Bali itu bisa menambah 3 juta wisman atau Rp 3 miliar devisa," kata Perry.

    Menurut Perry di Yogyakarta dari Bandara NYIA yang akan mulai beroperasi Maret atau April tahun depan dapat mendatangkan wisman 400 ribu. Jumlah tersebut, menurut Perry bisa menambahkan Rp 400 juta devisa.

    Selanjutkan tambahan devisa dari pembatasan PPh impor.

    "PPh impor pembatasan jumlah proyek yang belum financial closing yang mempunyai kandungan impor tinggi itu akan ada beberapa yang ditunda. Sehingga kebutuhan devisa bisa ditunda untuk beberapa tahun ke depan," kata Perry.

    Perry yakin dengan beberapa langkah itu, defisit transaksi berjalan akan menurun secara signifikan di 2019 dan mendukung langkah-langkah stabilitas nilai tukar ke depannya termasuk kenaikan harga CPO maupun yang lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.