4 Tahun Jokowi, Rapor Merah Ekonomi Berdasarkan Tolok Ukur RPJMN

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan saat menyerahkan secara langsung sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di Marunda, Cilincing, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Sebanyak 10.000 sertifikat yang diserahkan langsung oleh Presiden. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Selama empat tahun masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau 4 tahun Jokowi-JK, beberapa target indikator ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 tidak tercapai. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, hingga tingkat pengangguran.

“Di dalam RPJMN itu hampir sebagian besar target ekonomi tidak tercapai, kecuali inflasi yang relatif lebih terkendali,” kata peneliti Indef Bhima Yudhistira Adhinegara Bhima ketika dihubungi, Rabu, 18 Oktober 2018.

Hal senada diungkapkan Ketua Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri. Menurut dia, dari beberapa indikator ekonomi, inflasi menjadi poin positif dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan dalam dua bulan terakhir terjadi deflasi. Namun secara keseluruhan, Yose menilai ekonomi di era Jokowi-Jusuf Kalla cenderung stagnan.

Tempo mencoba melihat kembali beberapa target indikator ekonomi berdasarkan dokumen Evaluasi Paruh Waktu RPJMN 2015-2019 yang diteken Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang P.S Brodjonegoro pada Agustus 2017.

Berikut rapor 4 tahun Jokowi berdasarkan indikator di RPJMN 2015-2019 beserta tabel yang diambil dari dokumen Evaluasi Paruh Waktu RPJMN 2015-2019.

Pertumbuhan Ekonomi
Daftar target dan realisasi Pertumbuhan Ekonomi RPJMN 2015-2019.
Dalam dokumen Evaluasi Paruh Waktu RPJMN 2015-2019 yang diteken Menteri PPN atau Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro pada Agustus 2017, tertulis target pertumbuhan ekonomi 2019 mencapai 8 persen. Dalam tabel Capaian Sasaran Pokok Pertumbuhan Ekonomi RPJMN 2015-2019, tercatat target pertumbuhan ekonomi pada 2015 dan 2016 meleset. Pada 2015, targetnya 5,8 persen, namun realisasinya hanya 4,88 persen.

Adapun pada 2016 target pertumbuhan ekonomi 6,6 persen, tapi realisasinya 5,02 persen. Pada 2017, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,07 persen dari target 5,2 persen. Namun, menurut BPS, pertumbuhan tersebut tertinggi sejak 2014. Adapun pada semester I 2018, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17 persen.

Bhima mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi dalam 4 tahun terakhir hanya sekitar 5 persen. Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2019 terlalu tinggi dengan mengesampingkan fakta bahwa ekonomi Indonesia sangat bergantung pada harga komoditas.

“Penyebab stagnasi pertumbuhan ekonomi juga karena porsi industri manufakturnya terus menurun terhadap PDB. Di kuartal II 2018 bahkan sempat di bawah 20 persen,” kata Bhima. “Di era Jokowi, kita terlalu cepat loncat ke sektor jasa, meninggalkan industri yang makin turun.“

Adapun Yose mengatakan seharusnya target pertumbuhan ekonomi ditetapkan secara realistis. Ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2000-an berkisar antara 5 persen, target 8 persen dianggap kurang realistis.

Sedangkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan pertumbuhan ekonomi membaik diikuti mutu yang mengesankan. “Karena sejak 2004 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi yang meningkat diiringi dengan penurunan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sekaligus,” kata dia.






Ekonomi DKI Jakarta Kian Menguat, Didorong Realisasi Pendapatan APBN Regional Rp 1.375,74 Triliun

8 jam lalu

Ekonomi DKI Jakarta Kian Menguat, Didorong Realisasi Pendapatan APBN Regional Rp 1.375,74 Triliun

Ekonomi DKI Jakarta makin menguat dengan adanya realisasi pendapatan dan hibah APBN Regional hingga 31 Desember 2022 sebesar Rp1.375,74 triliun.


Tamat Riwayat Majalah Shukan Asahi di Jepang yang Telah Berusia 100 Tahun

2 hari lalu

Tamat Riwayat Majalah Shukan Asahi di Jepang yang Telah Berusia 100 Tahun

Setelah 100 tahun terbit, edisi terakhir majalah Shukan Asahi, majalah tertua di Jepang akan dicetak pada Mei 2023. Senjakala media cetak di Jepang.


Pakistan Dilanda Pemadaman Listrik Besar-besaran

3 hari lalu

Pakistan Dilanda Pemadaman Listrik Besar-besaran

Kondisi listrik di Pakistan merupakan gambaran ekonomi negara itu yang terhuyung-huyung dari satu bail-out ke bail-out berikutnya


Ekonom Sebut Gelombang PHK Perusahaan Teknologi Akan Terus Berlanjut, Ini Alasannya

5 hari lalu

Ekonom Sebut Gelombang PHK Perusahaan Teknologi Akan Terus Berlanjut, Ini Alasannya

Perusahaan teknologi melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap ribuan karyawannya awal tahun ini.


Alphabet Inc PHK 12 Ribu Karyawan

6 hari lalu

Alphabet Inc PHK 12 Ribu Karyawan

Dalam memo yang disampaikan pada karyawannya, Alphabet Inc mengutarakan rencana PHK pada 12 ribu pegawainya karena dampak penurunan ekonomi


Putin Klaim Ekonomi Rusia Lebih Baik dari Perkiraan

9 hari lalu

Putin Klaim Ekonomi Rusia Lebih Baik dari Perkiraan

Putin meyakini Rusia lebih berpengalaman dalam menghadapi tantangan ekonomi di tengah sanksi Barat ke negaranya.


Vladimir Putin Yakin Ekonomi Rusia Lebih Baik

11 hari lalu

Vladimir Putin Yakin Ekonomi Rusia Lebih Baik

Vladimir Putin optimis perekonomian Rusia sudah lebih baik dibanding sebelumnya karena semua indikator ekonomi mengarah ke stabil.


Hadapi Resesi, Erick Thohir Berharap BUMN Bersatu dalam Penanganan Ekonomi

12 hari lalu

Hadapi Resesi, Erick Thohir Berharap BUMN Bersatu dalam Penanganan Ekonomi

Erick Thohir berharap BUMN terus bersatu dalam penanganan ekonomi di mana dunia sedang menghadapi resesi.


6 Aturan yang Dilonggarkan Arab Saudi, Mulai dari Haji sampai Perayaan Natal

17 hari lalu

6 Aturan yang Dilonggarkan Arab Saudi, Mulai dari Haji sampai Perayaan Natal

Terbaru, Arab Saudi izinkan pasangan belum menikah boleh menginap di satu kamar. Atlet sepak bola Cristiano Ronaldo menikmati kelonggaran aturan ini


Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 4,9 Persen, Mandiri Sekuritas: Ekspor dan Investasi Melemah

17 hari lalu

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2023 4,9 Persen, Mandiri Sekuritas: Ekspor dan Investasi Melemah

Leo Putera Rinaldy memperkirakan ekonomi nasional tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan pada 2023 ditopang oleh konsumsi masyarakat.