PGN Buka Peluang Akuisisi 4 Anak Usaha Pertamina Gas

PGN terus mendukung keandalan sistem pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Selatan dengan mengalirkan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Talangduku - Palembang dan Lampung, Minggu, 2 September 2018.(dok PGN)

TEMPO.CO, Jakarta -PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGAS membuka peluang untuk mengakuisisi setidaknya empat anak usaha PT Pertamina Gas. Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Utama mengatakan, opsi akusisi empat anak usaha Pertagas terbuka, tetapi tetap menunggu keputusan Pertamina dan pemerintah.

BACA: Pertamina Tambah 8 Titik Lagi BBM Satu Harga di Sumatera

"Karena 4 anak usaha itu ada kaitannya sama gas, kemungkinan besar anak usahanya juga ke sub holding. Tapi kalau dari PGN ibaratnya menunggu dari Kementerian BUMN dan Pertamina," katanya, Rabu, 17 Oktober 2018.

Seperti diketahui, proses pengambilalihan saham Pertagas yang dimiliki Pertamina dilakukan dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement /CSPA). Nilai transaksi yakni Rp16,6 triliun untuk 2,59 juta lembar saham.

Dalam transaksi itu, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas sudah dikeluarkan dari buku Pertagas, sehingga hanya terdapat PT Pertagas Niaga sebagai anak usaha di dalam buku Pertagas.

BACA: Pertamina Pastikan Penerbitan Obligasi Global

Rachmat tidak menjelaskan berapa dana yang disiapkan PGN untuk mengakuisisi empat anak usaha Pertagas. PGN sendiri fokus untuk mengakuisi empat anak usaha Pertagas yang memiliki kaitan langsung dengan bisnis gas.

Menurutnya, PGN akan mempertimbangan kontribusi 4 anak usaha Pertagas guna mendukung keberlangsung bisnisnya. Sejauh ini, perseroan masih melakukan kajian untuk melihat kemungkinan aksi korporasi tersebut.

Nantinya, jika rencana tersebut dilakukan, maka prosesnya akan terpisah dengan valuasi tahap satu, sebagai bagian akusisi Pertagas. Aksi tersebut akan termasuk dalam valuasi tahap kedua.

Adapun keempat anak usaha Pertagas yang berpotensi masuk dalam bagian PGN yakni PT Perta-Samtan Gas, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, serta PT Pertagas Kalimantan Gas. Jika benar terlaksana, maka seluruh aktivitas bisnis empat perusahaan tersebut diserahkan ke PGN.

"Nah yang empat ini mesti kami lihat. Jangan sampai nanti kita beli tapi nggak digunain. Itu malah nanti beban perusahaan," tambahnya.

Rachmat menambahkan setelah akusisi terjadi, terbuka kemungkinan untuk meleburkan perusahaan-perusahaan tersebut. Penyelesaian akuisisi Pertagas oleh PGN juga tinggal menunggu waktu.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan tetap fokus untuk menyelesaikannya pada November thaun ini. Menurutnya, saat ini pihahknya sedang menantikan persetujuan dari para pemegang saham atau RUPS Pertamina. "Kami sih sudah semua, jadi tidak usah [RUPS lagi]," tuturnya, Selasa, 16 Oktober 2018.

Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, barulah PGN melakukan pembayaran. Gigih memastikan tidak ada perubahan skema pembayaran, yang menempuh dua tahap.

Sebelumnya, PGN dan Pertagas telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional sales purchase agreement atau CSPA pada 29 Juni 2018. Atas perjanjian tersebut, PGN harus menyelesaikan transaksi akuisisi senilai 16,6 triliun dalam 90 hari atau sampai 29 September 2018. Sayangnya, hingga kini transaksi tersebut belum terlaksana.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan proses akusisi PT Pertamina Gas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. selesai akhir bulan ini.

Seusai mengikuti Ratas Penanganan Dampak Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala, 2 Oktober 2018, Rini mengatakan perlu ada pencatatan administrasi di beberapa lembaga seperti, Kementerian Keuangan, ataupun penilaian bersama karena PGN merupakan perusahaan publik.

“Semoga dalam sebulan [Oktober] ini selesai. Karena harus mempersepsikan, dan penilaian bersama karena PGN itu perusahaan publik,” tuturnya. Menurutnya, secara keseluruhan tidak ada masalah dari proses akuisisi menuju holding migas tersebut.

Baca berita tentang Pertamina lainnya di Tempo.co.

BISNIS






Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

4 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Konglomerasi Korea Selatan Ikut Ambil Peran dalam Penurunan Emisi Karbon RI

1 hari lalu

Konglomerasi Korea Selatan Ikut Ambil Peran dalam Penurunan Emisi Karbon RI

Kerja sama untuk penurunan emisi karbon ini sudah diteken pada Februari lalu.


Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

Erick Thohir menyataIakan inisiatif strategis ini berfokus pada 5 prioritas utama melalui program investasi dan partnership untuk startup Indonesia.


Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

1 hari lalu

Singapura Ekspor BBM Meski Tak Punya Ladang Minyak, Ini Penjelasan Eks Menteri ESDM

Arcandra Tahar membeberkan bagaimana Singapura yang tak memiliki ladang minyak bisa menjadi salah satu negara eksportir BBM di Asia.


Pertamina Rombak Direksi Pertamina International Shipping

2 hari lalu

Pertamina Rombak Direksi Pertamina International Shipping

Perombakan subholding Pertamina itu berlangsung pada Selasa, 27 September 2022.


Viral Beli Pertalite Pakai Kartu Debit Kena Admin Rp 5.000, Ini Tanggapan Pertamina

2 hari lalu

Viral Beli Pertalite Pakai Kartu Debit Kena Admin Rp 5.000, Ini Tanggapan Pertamina

Pertamina menegaskan bahwa pembelian BBM, termasuk Pertalite, menggunakan metode pembayaran kartu debit apapun tidak akan dikenai biaya admin.


Uji Lab ITB: Aditif Non-Metal Tambah Performa Mesin, BBM Lebih Hemat

2 hari lalu

Uji Lab ITB: Aditif Non-Metal Tambah Performa Mesin, BBM Lebih Hemat

Pengujian oleh ITB mencakup produk aditif yang beredar di pasaran dan kebanyakan berbahan logam.


Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

5 hari lalu

Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

Perbincangan soal Pertalite lebih boros ketimbang Pertamax ramai di media sosial. Sejumlah pakar menyoroti isu ini.


Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

5 hari lalu

Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

Pertamina mengklaim kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak berubah.


Semester I 2022, PGN Raup Laba Bersih Rp 3,45 triliun

7 hari lalu

Semester I 2022, PGN Raup Laba Bersih Rp 3,45 triliun

PGN mencatatkan laba bersih sebesar US$ 238,6 juta atau setara dengan Rp 3,45 triliun pada semester I tahun 2022.