Awal Pekan, Rupiah Kembali Melemah di Level Rp 15.220

Direktur Eksekutif Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi (kedua kanan), Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (kiri), Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot (kedua kiri) dan Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kanan) menjadi pembicara pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemkominfo, Jakarta, Senin, 10 September 2018. Diskusi tersebut membahas tema "Bersatu Untuk Rupiah". TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali melemah pada akhir perdagangan awal pekan hari ini, Senin 15 Oktober 2018. 

Baca juga: Jeblok Lagi Kurs Rupiah Jisdor Rp 15.246 per Dolar AS

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 23 poin atau 0,15% di level Rp15.220 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada level Rp15.210 – Rp15.2250 per dolar AS.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka  terdepresiasi 33 poin atau 0,22% di level Rp15.230 per dolar AS. Padahal, pada perdagangan Jumat 12 Oktober 2018, rupiah mampu rebound dan berakhir terapresiasi 38 poin atau 0,25% di posisi Rp15.197 per dolar AS.

Bersama rupiah, beberapa mata uang di Asia juga melemah, dengan rupee India mencatat depresiasi terbesar sebesar 0,54%, disusul rupiah, kemudian peso Filipina yang melemah 0,08%.

Di sisi lain, mata uang yen Jepang dan baht Thailand menguat masing-masing 0,47% dan 0,23%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau melemah 0,179 poin atau 0,19% ke level 95,042 pada pukul 16.51 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan penguatan 0,128 poin atau 0,13% di level 95,349, setelah pada perdagangan Jumat (12/10) mampu rebound dan berakhir menguat 0,21% atau 0,204 poin di posisi 95,221.

Dilansir Reuters, dolar AS melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kecemasan investor tentang ekonomi global yang membuat mereka khawatir di awal pekan ini.

Pasar global melemah di pada kekhawatiran bahwa sengketa perdagangan China-AS yang sedang berlangsung memukul ekonomi China, sementara ketegangan Arab Saudi dan AS meningkat setelah Saudi memperingatkan terhadap upaya penjatuhan hukuman menyusul hilangnya seorang wartawan.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor September 2018 mencapai US$14,83 miliar atau turun 6,58% dibandingkan bulan sebelumnya. 

Meski ada penurunan secara bulanan, tapi total ekspor periode Januari-September 2018 mengalami kenaikan 9,41% secara year-on-year (yoy) dari US$123,38 miliar menjadi US$134,99 miliar.

Simak terus berita tentang Rupiah hanya di Tempo.co






Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

10 jam lalu

Rupiah Menguat ke Level Rp 15.262, Krisis Energi di Eropa hingga Inflasi Jadi Sentimen

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mampu menguat pada perdagangan Kamis, 29 September 2022.


Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

14 jam lalu

Terkini BIsnis: Jokowi Minta Sri Mulyani Eman-eman APBN, BI Komentari Rupiah Jeblok

Berita terkini bisnis pada siang hari ini dimulai dari permintaan Presiden Jokowi ke Sri Mulyani agar berhati-hati dalam mengelola APBN.


Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

17 jam lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.


Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

1 hari lalu

Analis: Pasar Keuangan yang Gelisah Mendorong Dolar AS ke Puncak

Pasar keuangan yang gelisah mendorong dolar ke puncak baru dua dekade, karena kenaikan suku bunga global memicu kekhawatiran resesi.


Kian Melemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Tembus Rp 15.400 Per Dolar AS

1 hari lalu

Kian Melemah, Rupiah Diperkirakan Bakal Tembus Rp 15.400 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kian tertekan pada perdagangan hari ini, Rabu, 28 September 2022.


Rupiah Diperkirakan Melemah ke Rp 15.150 per Dolar AS, Terancam Sentimen Resesi 2023

1 hari lalu

Rupiah Diperkirakan Melemah ke Rp 15.150 per Dolar AS, Terancam Sentimen Resesi 2023

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih akan kembali melemah pada hari ini.


Rupiah Menguat Tipis ke 15.124 per Dolar AS, Analis: Prediksi Resesi Picu Kenaikan Suku Bunga

2 hari lalu

Rupiah Menguat Tipis ke 15.124 per Dolar AS, Analis: Prediksi Resesi Picu Kenaikan Suku Bunga

Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang lain di kawasan Asia juga ditutup menguat.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

3 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah ke 15.070 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini akan kembali melemah.


Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

5 hari lalu

Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia menjadi tiga negara anggota ASEAN dengan mata uang terkuat setelah peristiwa penguatan dolar AS belakangan ini.