Keputusan BBM Premium Dinilai Memicu Sinyal Buruk Bagi Investor

Petugas tengah melakukan pengisian bahan bakar jenis Premium di SPBU kawasan Matraman, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menunda kenaikan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter karena ketidaksiapan PT Pertamina. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastadi mengatakan keputusan soal harga bahan bakar minyak (BBMpremium yang beberapa hari lalu mencuat, menjadi sebuah tanda adanya atas koordinasi yang buruk antar kementerian.

"Seharusnya memang ketika kebijakan itu dikeluarkan karena itu sudah merupakan produk dari keputusan bersama dan ini kami lihat ada miss koordinasi. Miss koordinasi ini memicu sinyal yang buruk bagi investor. Karena ini sebuah sinyal ketidakpastian bagi para investor untuk masuk ke Indonesia," kata Fithra saat ditemui di Warung Daun Cikini, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Baca: Elektabiitas Jokowi Bisa Terpengaruh Akibat Tak Tegas soal BBM

Kemarin, menurut Fithra adalah momentum ketika IMF-World ada di Bali, masuk dan melihat koordinasi penyelenggaraan acara yang baik antar lembaga pemerintah. "Tapi, kemudian ada noda, noda hitamnya tadi, yaitu miss koordinasi," ujar Fithra.

Lebih lanjut menurut Fithra memang BBM Premium harus dinaikkan. "Tidak bisa bilang tidak. Kalau kita lihat dari CAD penyumbang terbesarnya adalah dari sisi neraca migas. Kalau kita berbicara CAD, ini salah satu faktor mempengaruhi depresiasi rupiah sehingga memotong subsidi atau mengurangi subsidi ini adalah salah satu mengurangi itu," kata Fithra.

Sebelumnya pada pukul 17.50 WITA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM Premium menjadi Rp 7000 per liter mulai hari ini, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga ini, kata Jonan, akan berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali.

"Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat,  tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen," kata Jonan saat mengelar konferensi pers di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Jonan mengatakan untuk kenaikan Premiun di Jawa, Madura dan Bali naik dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan, kenaikan di luar Jawa, Madura dan Bali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya, Rp 6.450 per liter.

Pada pukul 19.00 WITA di hari yang sama, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pemerintah tidak menaikkan harga BBM Premium. 

 

HENDARTYO HANGGI | DIAS PRASONGKO






Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

3 jam lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

5 jam lalu

IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 26 September 2022.


Penyebab Pertalite Lebih Boros dari Pertamax, Berikut Cara Membuktikannya

23 jam lalu

Penyebab Pertalite Lebih Boros dari Pertamax, Berikut Cara Membuktikannya

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa Pertamax merupakan jenis BBM yang lebih irit dibandingkan dengan Pertalite.


Aspirasinya Tak Ditanggapi, Serikat Petani Ancam Lakukan Reforma Agraria Versi Rakyat

1 hari lalu

Aspirasinya Tak Ditanggapi, Serikat Petani Ancam Lakukan Reforma Agraria Versi Rakyat

Partai Buruh dan Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar demo Hari Tani Nasional di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.


Gapasdap: 6 Perusahaan Kapal Penyeberangan Sudah Bangkrut

2 hari lalu

Gapasdap: 6 Perusahaan Kapal Penyeberangan Sudah Bangkrut

Khoiri mengatakan para pengusaha kapal mendesak pemerintah segera memberlakukan kenaikan tarif angkutan penyeberangan.


Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

2 hari lalu

Pakar Ungkap Penyebab Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

Perbincangan soal Pertalite lebih boros ketimbang Pertamax ramai di media sosial. Sejumlah pakar menyoroti isu ini.


Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

2 hari lalu

Isu Pertalite Lebih Boros daripada Pertamax, Pakar ITB Minta Pertamina Cek ke Lapangan

Pertamina mengklaim kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak berubah.


Massa Aksi Bela Rakyat Tolak Harga BBM Naik Bubar Bakda Magrib

2 hari lalu

Massa Aksi Bela Rakyat Tolak Harga BBM Naik Bubar Bakda Magrib

Massa Aksi Bela Rakyat yang menolak kenaikan harga BBM membubarkan diri bakda magrib diri. Mereka long march dari Patung ke Tanah Abang.


Hujan Turun, Massa Aksi Bela Rakyat Tetap Bertahan di Patung Kuda Tolak Harga BBM Naik

2 hari lalu

Hujan Turun, Massa Aksi Bela Rakyat Tetap Bertahan di Patung Kuda Tolak Harga BBM Naik

Orator meminta massa Aksi Bela Rakyat untuk tetap bertahan di Patung Kuda. Menunggu perintah ulama.


Massa Aksi Bela Rakyat Mau Terobos Barikade Menuju Istana, Polisi Kumandangkan Azan Magrib

2 hari lalu

Massa Aksi Bela Rakyat Mau Terobos Barikade Menuju Istana, Polisi Kumandangkan Azan Magrib

Massa Aksi Bela Rakyat yang menolak kenaikan harga BBM hendak menerobos barikade untuk menuju ke Istana.