Batalkan BBM Premium Naik, Ini Hitungan Realistis Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    Presiden Joko Widodo berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dalam waktu dekat. "Ndak, ndak, sudah saya batalkan dengan hitungan-hitungan, dengan angka-angka yang sangat realistis," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Jokowi menuturkan sejak bulan lalu pemerintah dalam rapat-rapat kabinetnya memang memutuskan akan menaikkan harga Premium. Ia mengaku telah mempertimbangkan segala dampaknya termasuk terkait inflasi dan penurunan daya beli.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga Premium dari Rp 6.550 per liter jadi Rp 7.000 per liter pada Rabu kemarin. Kenaikan ini menyusul kenaikan harga pertamax cs yang sudah diumumkan lebih dulu oleh PT Pertamina.

    Belakangan, hanya dalam hitungan jam, Jonan mengumumkan pembatalan kenaikan harga Premium. Ia beralasan Presiden Jokowi memerintahkan kebijakan itu ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina.

    Jokowi menjelaskan di saat-saat terakhir ia mendapat laporan dan memutuskan untuk menghitung ulang. Hasilnya Premium batal naik.

    "Karena menyangkut kepentingan rakyat, menyangkut kebutuhan rakyat, yang nanti bisa menjadikan konsumsi itu menjadi lebih rendah," katanya.

    Ia menuturkan saat ini sisi konsumsi masih berkontribusi dominan terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 56 persen. Menaikkan harga premium, kata Jokowi, justru bisa menurunkan tingkat konsumsi masyarakat.

    "Oleh sebab itu kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari Pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina tidak signifikan. Sudah, saya putuskan premium batal," ucapnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.