Selasa, 23 Oktober 2018

Pasca 'Game of Throne', Mendag Lanjutkan Negosiasi Dagang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    Presiden Joko Widodo berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal

    TEMPO.CO, Bali - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan siap menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menyuarakan kebebasan dan keseteraan perdagangan dunia. Seperti diketahui, intensitas ketegangan perdagangan dunia beberapa waktu terakhir semakin memanas seiring dengan perang dagang yang terjadi antara Cina dan AS, dan proteksionisme perdagangan yang dilakukan sejumlah negara menyikapi kondisi tersebut.

    Baca juga: Pedagang Kecil Diminta Jual Ikuti Harga Ayam Acuan Mendag

    “Kami akan menyampaikan bahwa ini tidak baik, kami bernegosiasi dengan mereka dan menyampaikan cara lain adalah membuka diri dan kami akan menyatakan benefitnya akan lebih lagi,” ujarnya, di sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia 2018, di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Enggar menuturkan dalam perjalanan lobi dagangnya ke berbagai negara, dia berulang kali menyampaikan pesan yang sama tentang manfaat dari keterbukaan kerja sama perdagangan. “Karena perdagangan itu bukan the winner takes all, tapi win-win, kita harus take and give, kita tunjukkan hasil akhirnya,” ucapnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Plenary Meeting IMF-World Bank 2018 mengumpamakan kondisi ekonomi global saat ini dengan serial televisi Game of Thrones.

    Kondisi itu menggambarkan pertarungan dan kesenjangan perekonomian yang terjadi saat ini, khususnya perang dagang yang semakin marak, serta banyaknya negata yang mengalami tekanan. “Ancaman global yang tumbuh pesat tersebut hanya bisa kita tanggulangi jika kita bekerja bersama,” kata Jokowi.

    Simak terus berita tentang Mendag hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.