Jumat, 14 Desember 2018

Bangun Pabrik Amunisi, Pindad - Waterbury Investasi USD 100 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama KSAD TNI Jenderal Mulyono dan WakaPolri Syafruddin memegang senjata-senjata buatan Pindad di Energy Bulding, Jakarta, 27 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama KSAD TNI Jenderal Mulyono dan WakaPolri Syafruddin memegang senjata-senjata buatan Pindad di Energy Bulding, Jakarta, 27 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, BANDUNG - PT Pindad mendantangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Waterbury Farrel, salah satu divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc., di sela perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali untuk membangun pabrik amunisi kaliber kecil dengan nilai invetasi menembus 100 juta Dollar AS. “Kerjasama ini dengan skema Build Operate Tranfer (BOT),” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose dlam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 11 Oktober 2018.

    Kerjasama Pindad dan Waterbury Farrel tersebut dengan melakukan “strategic-partnership” untuk membangun pabrik amunisi kaliber kecil. Lewat kerjasama tersebut Pindad menargetkan peningkatan produksi amunisinya. ”Harapan di tahun 2019 akhir nanti kita sudah mencapai penjualan 350 juta butir per tahun. Sebenarnya masih di bawah kebutuhan TNI-Polri yang kurang lebih 500 juta butir per tahun,” kata Abraham.

    Penandatanganan naskah kesepatan tersebut dilakukan antara Abraham, mewakili PT Pindad, dengan Presiden & CEO Waterbury Farrel, Andre Nazarian di Inaya Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. Lewat kerjasama tersebut Pindad akan mengembangkan fasilitas produksi amunisi kaliber kecil di Indonesia. Produksi amunisi tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan TNI sekaligus membangun kemampuan dan kemandirian Indonesia secara penuh dalam memproduksi amunisi.  

    Menurut Abraham, dengan kerjasama ini  Pindad juga menargetkan agar bisa meningkatkan kapasitas produksi amunisi kaliber kecil untuk menyasar pasar global. Dengan menaikkan produksi amunisi menjadi 350 juta butir per tahun, sekaligus akan mempengaruhi pendapatan Pindad khusus amunisi saat ini Rp 1,4 triliun per tahun. Penambahan kapasitas produksi tersebut sekaligus diharapkan bisa menjadi subtitusi importasi amunisi yang nilainya saat ini setara Rp 342 miliar per tahun.

    Dengan kerjasama tersebut, Pindad akan menyiapkan lokasi untuk pengembangan pabrik amunisi sekaligus Sumber Daya Manusianya. Sementara Waterbury Farrel akan menyediakan lini produksi, sekaligus menjamin kualitas produksi dengan harga bersaing untuk pasar Indonesia dan pasar internasional. Pindad dan Waterbury juga akan bersama-sama mencari investor yang sesuai dengan kebutuhan untuk membangun program jangka panjang ini.

    Waterbury Farrel merupakan salah satu divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc., yang merupakan industri penyedia amunisi lengkap dan pabrikan rolling mill, memiliki keahlian membuat peralatan membentuk logam, rolling, dan produk-produk industri pertahanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.