Bangun Pabrik Amunisi, Pindad - Waterbury Investasi USD 100 Juta

Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama KSAD TNI Jenderal Mulyono dan WakaPolri Syafruddin memegang senjata-senjata buatan Pindad di Energy Bulding, Jakarta, 27 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti

TEMPO.CO, BANDUNG - PT Pindad mendantangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Waterbury Farrel, salah satu divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc., di sela perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali untuk membangun pabrik amunisi kaliber kecil dengan nilai invetasi menembus 100 juta Dollar AS. “Kerjasama ini dengan skema Build Operate Tranfer (BOT),” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose dlam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 11 Oktober 2018.

Kerjasama Pindad dan Waterbury Farrel tersebut dengan melakukan “strategic-partnership” untuk membangun pabrik amunisi kaliber kecil. Lewat kerjasama tersebut Pindad menargetkan peningkatan produksi amunisinya. ”Harapan di tahun 2019 akhir nanti kita sudah mencapai penjualan 350 juta butir per tahun. Sebenarnya masih di bawah kebutuhan TNI-Polri yang kurang lebih 500 juta butir per tahun,” kata Abraham.

Penandatanganan naskah kesepatan tersebut dilakukan antara Abraham, mewakili PT Pindad, dengan Presiden & CEO Waterbury Farrel, Andre Nazarian di Inaya Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. Lewat kerjasama tersebut Pindad akan mengembangkan fasilitas produksi amunisi kaliber kecil di Indonesia. Produksi amunisi tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan TNI sekaligus membangun kemampuan dan kemandirian Indonesia secara penuh dalam memproduksi amunisi.  

Menurut Abraham, dengan kerjasama ini  Pindad juga menargetkan agar bisa meningkatkan kapasitas produksi amunisi kaliber kecil untuk menyasar pasar global. Dengan menaikkan produksi amunisi menjadi 350 juta butir per tahun, sekaligus akan mempengaruhi pendapatan Pindad khusus amunisi saat ini Rp 1,4 triliun per tahun. Penambahan kapasitas produksi tersebut sekaligus diharapkan bisa menjadi subtitusi importasi amunisi yang nilainya saat ini setara Rp 342 miliar per tahun.

Dengan kerjasama tersebut, Pindad akan menyiapkan lokasi untuk pengembangan pabrik amunisi sekaligus Sumber Daya Manusianya. Sementara Waterbury Farrel akan menyediakan lini produksi, sekaligus menjamin kualitas produksi dengan harga bersaing untuk pasar Indonesia dan pasar internasional. Pindad dan Waterbury juga akan bersama-sama mencari investor yang sesuai dengan kebutuhan untuk membangun program jangka panjang ini.

Waterbury Farrel merupakan salah satu divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc., yang merupakan industri penyedia amunisi lengkap dan pabrikan rolling mill, memiliki keahlian membuat peralatan membentuk logam, rolling, dan produk-produk industri pertahanan.






Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

13 jam lalu

Kompendium Bali Dorong Investasi Berkelanjutan, Bisa untuk Lawan yang Gugat RI di WTO?

Pertemuan tingkat menteri bidang perdagangan, investasi, dan industri di Bali pada 22-23 September 2022 menghasilkan kesepakatan baru yaitu Bali Compendium (Kompendium Bali), yang terdiri atas lima poin.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

1 hari lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global, RI Dianggap Bisa Ambil Peluang Tarik Investor

Apindo meminta pemerintah menciptakan kebijakan fiskal dan makro prudential yang responsif untuk menanggulangi dampak resesi global.


Bahlil Klaim Masalah Investasi Mangkrak Nyaris Selesai, Tinggal Rp 100 Triliun Belum Terealisasi

2 hari lalu

Bahlil Klaim Masalah Investasi Mangkrak Nyaris Selesai, Tinggal Rp 100 Triliun Belum Terealisasi

Bahlil sempat tak yakin dapat menyelesaikan 100 persen investasi mangkrak yang sudah dia petakan sejak menjabat pada 2019.


Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

2 hari lalu

Bahlil Sebut dari 2.078 Izin Usaha Pertambangan yang Dicabut, 90 Sudah Dipulihkan

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dari 2.078 izin usaha pertambangan atau IUP yang dicabut, ada 700 perusahaan yang menyatakan keberatan.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

4 hari lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


Mendag Jelaskan Enam Poin Hasil Pertemuan Menteri Negara G20 TIIMM

4 hari lalu

Mendag Jelaskan Enam Poin Hasil Pertemuan Menteri Negara G20 TIIMM

Zulkifli Hasan menyampaikan hasil pertemuan Menteri Negara G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM).


OJK Terbitkan Aturan Baru Pedoman Manajer Investasi, Investor Reksa Dana Lebih Terlindungi?

6 hari lalu

OJK Terbitkan Aturan Baru Pedoman Manajer Investasi, Investor Reksa Dana Lebih Terlindungi?

OJK baru saja menerbitkan aturan terbaru mengenai pengawasan pasar modal melalui POJK No.17/2022 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi,


Anggaran Turun, Bahlil: Kalau Target Investasi Tidak Tercapai, Tolong Dimaklumi

7 hari lalu

Anggaran Turun, Bahlil: Kalau Target Investasi Tidak Tercapai, Tolong Dimaklumi

Anggaran Kementerian Investasi tahun depan turun dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,09 triliun. Bahlil minta dimaklumi jika target tak bisa diraih.