BCA Siapkan Rp 2 Triliun untuk Pengembangan IT pada 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (kiri) mencoba produk perbankan digital saat  membuka BCA Expoversary 2018 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, 9 Februari 2018. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (kiri) mencoba produk perbankan digital saat membuka BCA Expoversary 2018 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, 9 Februari 2018. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menyiapkan dana investasi sebesar minimum RP 2 trililiun untuk pengembangan teknologi informasi pada tahun depan.

    BACA: BCA Akuisisi Satu Bank Kecil Akhir Tahun 2018 Ini

    "Itu untuk semua perizinan, pengembangan hardware, dan tambahan hardware yang kami siapkan. Jadi kurang lebih Rp 2 triliun untuk IT tahun depan," ujar Jahja di Grand Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

    Anggaran Rp 2 Triliun, menurut Jahja, lebih besar dari pada biasanya. Namun, ia menyebut dana investasi itu sudah ditakar sesuai dengan kebutuhannya. Sebab, bagi Jahja, pengembangan teknologi informasi tidak ada habisnya.

    Jahja berujar ada tiga sektor investasi bila suatu perusahaan hendak mengembangkan teknologinya, yakni investasi mesin, sumber daya manusia, dan promo. Dari tiga sektor tersebut, kata dia, investasi mesin memakan biaya relatif lebih kecil ketimbang dua sektor lainnya.

    BACA: BCA Naikkan Suku Bunga Pinjaman 0,25 Persen Per Oktober 2018

    Pengembangan teknologi, ujar Jahja, mesti diimbangi dengan SDM yang mumpuni. Dalam pengembangan teknologi finansial misalnya, perlu ada orang yang mengerti soal jaringan dan teknologi informasi, orang yang bertugas mendesain sehingga program yang ada lebih ramah pengguna, serta mesti ada orang yang memahami kebutuhan masyarakat.

    "Itu dicari banget sekarang dan susah. Kami target mau rekrut 2000 orang, tapi kesanggupannya, suplainya nggak banyak yang bisa memenuhi itu," kata Jahja.

    Saat ini, BCA tengah mengembangkan beberapa fitur teknologi terbaru. Pengembangan itu antara lain Virtual Assistant alias Vira. Dengan layanan ini, nasabah bisa menanyakan berbagai hal soal layanan perbankan, misalnya cek saldo, melalui chat, sehingga tidak perlu lagi menelepon.

    Perseroan juga telah mengoperasikan tiga kantor cabang elektronik, atau e-branch, di mana semua layanan menggunakan otomatisasi. Artinya, para calon nasabah bisa membuka rekening tanpa perlu bertemu dengan teller. Mereka akan dibantu oleh petugas melalui video call.

    "Tahun ini sudah tiga, di Gandaria City, Jakarta; Ciputra World, Surabaya; dan Alam Sutra. Ke depannya yang penting edukasi nasabah," ujar Jahja. BCA juga tengah menyiapkan layanan membuka rekening melalui gawai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.