Pasca Gempa Palu, Pemerintah Perbaiki Akses Logistik Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah sehari setelah disapu gelombang Tsunami dan gempa berkekuatan 7,4 SR pada Jumat, 28 September 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Kondisi Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah sehari setelah disapu gelombang Tsunami dan gempa berkekuatan 7,4 SR pada Jumat, 28 September 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tengah berupaya memperbaiki akses perhubungan menuju kawasan yang paling parah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, yakni Kota Palu dan Kabupate Donggala. Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Endra Saleh Atmawidjaja, mengatakan lembaganya berfokus membersihkan sisa longsor dan reruntuhan yang sebelumnya menutup jalur logistik menuju wilayah terdampak.

    Baca: Korban Meninggal Gempa Donggala - Tsunami Palu: 832 Orang

    “Kami sudah buka beberapa jalan utama, alat berat dan angkutan untuk bantuan sudah bisa lewat,” ujarnya saat dihubungi Tempo, Ahad 30 September 2018.

    Sejumlah jalur penting yang dibersihkan, antara lain akses Kabupaten Mamuju menuju Donggala dan Palu, jalur Gorontalo - Kebun Kopi - Palu, serta jalur dari sebelah timur Palu, yaitu Poso - Parigi Moutong - Kebun Kopi. Menurut dia, pemulihan jalur dilakukan dengan alat berat, seperti empat eskavator dan enam pemindah material (loader), yang dikirim dari Gorontalo dan Poso, sejak Sabtu lalu.

    Berbagai keperluan pengungsi pun didatangkan dari unit pelaksana teknis Kementerian PU di Makassar, Surabaya, dan bahkan Jakarta. “Ada 35 unit tangki air, 34 tenda darurat, hidran umum, dan sebagainya,” kata dia.

    Akses logistik dan sejumlah fasilitas perhubungan di Sulawesi Selatan rusak pasca diguncang gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) yang berpusat di arah di Timur Laut Kabupaten Donggala. Gempa itu sempat memicu tsunami setinggi hampir 2 meter, dan efek susulannya masih terasa hingga kemarin. Sampai berita ini ditulis, Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 800 korban meninggal dan sekitar 530 orang luka berat akibat insiden tersebut. 

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, tak menutup kemungkinan bahwa lalu lintas kendaraan barang ke Kabupaten Donggala belum optimal. Pengiriman logistik sempat terhambat aktivitas masyarakat yang bergerombol di sejumlah jalan. “Tapi kita pastikan jalan provinsi bisa dilewati, paling tidak dengan mobil kecil,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.