Selasa, 11 Desember 2018

Susi Pudjiastuti: Perang Dagang Amerika - Cina Peluang Pengusaha

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan saat konferensi pers Memperingati Indonesia Merdeka dengan menghadap ke laut di 73 titik di gedung Mina Bahari 4, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 13 Agustus 2018. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-73, Kementerian bersama Pandu Laut Nusantara menggelar kampanye membersihkan sampah di laut dan pantai serempak di 73 titik di Indonesia pada 19 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan saat konferensi pers Memperingati Indonesia Merdeka dengan menghadap ke laut di 73 titik di gedung Mina Bahari 4, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 13 Agustus 2018. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-73, Kementerian bersama Pandu Laut Nusantara menggelar kampanye membersihkan sampah di laut dan pantai serempak di 73 titik di Indonesia pada 19 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat seharusnya dapat menguntungkan Indonesia. Menurut dia, hal tersebut merupakan peluang bagi para pengusaha, terutama pengusaha perikanan, untuk menaikkan jumlah produksinya.

    BACA: Susi Pudjiastuti Sebut Neraca Hasil Perikanan Naik, Ini Sebabnya

    "Ini akan banyak perusahaan dari Cina kesulitan dan kesempatan kita berproduksi lebih," kata Susi Pudjiastuti di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP, Jumat, 21 September 2018.

    Susi menjelaskan, perang dagang merupakan peluang, bukan ancaman, bagi Indonesia. Seharusnya, kata dia, para pengusaha lebih semangat bekerja dan meningkatkan produksi.

    Pada 2004, perang dagang pernah terjadi. Susi mengatakan hal tersebut dimanfaatkan oleh pengusaha nakal, di mana pengusaha tersebut menjual produk Cina dengan nama Indonesia.

    BACA: Punya 8 Menteri Perempuan, Jokowi: Ada yang Lembut dan Galak

    Atas perbuatan pengusaha tersebut, Susi berujar, produk Indonesia sempat diembargo oleh Amerika Serikat. "Bukannya berproduksi malah meminjamkan namanya," ucapnya.

    Susi berujar, perang dagang merupakan kesempatan bagi pengusaha Indonesia untuk melebarkan sayapnya. Dia ingin para pengusaha memiliki nyali yang besar untuk menghadapi pengusaha kelas internasional.

    Menteri Susi menjelaskan, saat ini, Indonesia memproduksi 6,8 juta ton ikan tangkap per tahun. Kemudian produksi perikanan budi daya mencapai 16,1 juta ton. "Produksi ditargetkan naik 10-20 persen tahun depan, karena ada peak manen 2-4 tahun sekali," tutur Susi Pudjiastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.