Rabu, 14 November 2018

BI: Indeks Keyakinan Konsumen Agustus Tetap Terjaga, Meski Turun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2018 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman Zainal mengatakan optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2018 yang tetap berada dalam zona optimis atau di atas 100, yakni sebesar 121,6. Meskipun, kata Agusman, angka itu lebih rendah dibandingkan 124,8 pada bulan sebelumnya.

    Baca juga: Rupiah Loyo, BI Diprediksi Intervensi Pasar SBN Rp 5 Triliun

    "Masih terjaganya optimisme konsumen terutama ditopang oleh ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan," kata Agusman dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 September 2018.

    Menurut Agusman, hal ini didukung masih kuatnya ekspektasi terhadap penghasilan yang diterima dan ekspektasi kegiatan usaha, meski tidak setinggi hasil survei bulan sebelumnya.

    Agusman mengatakan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga masih berada pada level optimis. "Meskipun tidak sekuat bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh indikator ketersediaan lapangan kerja," ujar Agusman.

    Menurut Agusman, hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang atau di November 2018 diperkirakan relatif stabil. Agusman mengatakan ekspektasi terhadap perkembangan harga ke depan ini, didukung persepsi positif konsumen terhadap ketersediaan barang dan jasa yang cukup memadai dan distribusi barang yang lancar.

    Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang lebih 4.600 rumah tangga sebagai responden (stratified random sampling).

    Responden survei BI tersebut terbagi dari 18 kota, yaitu Jakarta, Bandung Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon dan Banten. Indeks per kota dihitung dengan metode balance score (net balance + 100) yang menunjukkan bahwa jika indeks di atas 100 berarti optimis dan di bawah 100 berarti pesimis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?