Ini Cara Ultrajaya Pastikan Produk Susu Bebas Bakteri

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jejeran produk susu. shutterstock.com

    Ilustrasi jejeran produk susu. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Ultrajaya Milk Industry Tbk. memastikan susu Ultra bebas bakteri dan aman dikonsumsi. Susu Ultra yang beredar di pasaran saat ini tetap aman dikonsumsi. President Director PT Ultrajaya Sabana Prawirawidjaja mengatakan hasil lengkap uji mutu ini pun telah diserahkan kepada pihak Badan POM yang mengawasi peredaran produk di pasaran.

    Baca jugaTak Hanya Susu Kental Manis, Banyak Produk Tak Sesuai Ketentuan

    “Penjualan PT Ultrajaya sudah mencapai 100 juta pcs/pak per tahun ke wilayah Sulawesi Selatan dan selama ini produk diterima dengan baik dan aman dikonsumsi," kata Sabana Prawirawidjaja, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, 31 Agustus 2018.

    Hal itu menanggapi laporan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang menyatakan Susu Ultra Full Cream 250ml mengandung bakteri. PT Ultrajaya Milk Industry Tbk telah melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap pelaporan seorang pegawai kantor dinas yang melakukan uji laboratorium terhadap 1 pcs per pak produk tersebut yang sudah rusak dan terasa pahit ke Balai Besar Veteriner di Maros.

    “Kami menyayangkan kemasan yang dikeluhkan tidak disimpan untuk memastikan produk dan kode produksinya serta menguji kualitas kemasannya,” kata General Manager Public Relations PT Ultrajaya Muh. Muhthasawwar.

    Namun berdasarkan informasi kode produksi yang diberikan oleh pegawai tersebut, kata Muhthasawwar, tim Quality Control sudah melakukan uji mutu terhadap retain samples (sampel yang disimpan di pabrik) baik yang memiliki kode produksi yang sama maupun berbeda dengan produk yang dikeluhkan.

    "Di samping itu kami juga menguji sampel produk Susu Ultra yang dikumpulkan dari beberapa toko," kata Muhthasawwar.

    Muhthasawwar mengatakan hasil pengujian terhadap semua sampel tersebut secara organoleptik dan mikrobiologi menunjukkan kualitas produk dengan rasa dan aroma normal, tidak mengandung bakteri apapun atau tetap steril.

    Sabana mengatakan hampir 50 tahun Ultrajaya menggunakan teknologi UHT (Ultra High Temperature) yang pertama kali di Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu mematikan semua bakteri hanya dalam waktu 4 detik saja.

    Menurut Sabana paduan proses sterilisasi UHT dan kemasan aseptik yang digunakan PT Ultrajaya merupakan teknologi yang paling banyak digunakan di negara-negara maju di seluruh dunia. Sistem proses itu yang menyebabkan Susu Ultra bisa tetap steril lebih dari 10 bulan tanpa bahan pengawet. Dia mengatakan sepanjang kemasan masih dalam kondisi tertutup dan tidak rusak, produknya tetap steril.

    “Seluruh tahap produksi hingga produk jadi melalui pengawasan mutu yang ketat. Setelah itu Ultra Milk yang telah diproduksi masih harus melalui masa inkubasi selama 6-10 hari untuk memastikan kembali kualitas produk tetap steril sebelum 
    dikeluarkan dari pabrik untuk dipasarkan," ujarnya.

    Sebagai perusahaan yang senantiasa fokus terhadap kualitas produknya, kata Sabana PT Ultrajaya mendapatkan Sertifikasi Keamanan Pangan FSSC 22000:2017 versi 4.1 (Food Safety System Certification) dari PT. SGS Indonesia, Sertifikat Piagam Bintang 3 Keamanan Pangan dari Badan POM, Sertifikat Halal dan Sistem Jaminan Halal (Halal Assurance System 23000) dari LPPOM MUI. Selain itu, kata Sabana seluruh produk susu yang dipasarkan di Indonesia memiliki Surat Izin Edar resmi dari BPOM Jakarta.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.