UKM Eks Lokalisasi Dolly Terima Bantuan 15 Mesin Jahit

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membuat sepatu kulit di sentra usaha kecil menengah (UKM) eks-lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, 18 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Pekerja membuat sepatu kulit di sentra usaha kecil menengah (UKM) eks-lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, 18 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Mampu Jaya di eks lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, mendapat 15 mesin jahit bantuan, termasuk minyak mesin dan jarumnya, dari distributor resmi produk Singer Indonesia, PT Wijaya Mapan Abadi.

    Baca juga: Incar Pasar Ekspor, Pelaku UKM Didorong untuk Go Green

    "Saya sebagai warga Surabaya ikut berbangga diajak Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) membantu warga eks Dolly ini untuk menjadikan tempat yang menghasilkan jahitan," kata Direktur PT Wijaya Mapan Abadi Edhi Yuwono saat menyerahkan 15 mesin jahit di eks Wisma Barbara, Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 20 Agustus 2018.

    Menurut Edhi, 15 mesin jahit yang diberikan kepada UKM Dolly ini memiliki kecepatan tinggi yang cocok untuk membuat sandal, baju batik, dan tas. Karena itu, mesin multifungsi itu sangat cocok digunakan oleh Kelompok Usaha Bersama Mampu Jaya yang selalu rutin mendapatkan pesanan sandal-sandal hotel.

    Baca juga: Berwisata Belanja di Smesco, Tamu Asian Games Beli Baju Khas Bali

    Edhi juga bangga kepada Tri Rismaharini yang sudah susah payah menutup eks lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu. Bahkan, saat ini eks lokalisasi itu dikembangkan menjadi permukiman yang baik disertai sentra-sentra ekonomi atau UKM-nya, salah satu produknya jahitan.

    "Makanya dengan bantuan ini kami juga ingin stigma negatif yang selama ini berkembang bisa dipulihkan menjadi lebih positif, salah satunya dengan program Bu Risma yang terus mengembangkan UKM di sini," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.