Menteri Hanif Sebut Dua Hal Kunci Sukses Wirausaha

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberikan keterangan saat pembukaan posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberikan keterangan saat pembukaan posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan kunci utama untuk menjadi wirausaha agar bisnis yang dijalankan dapat terus berjalan adalah dengan menjadi kreatif dan inovatif.

    Baca juga: Mau Mengubah Rumah Menjadi Tempat Usaha? Tilik Hukumnya

    "Usia muda tidak berpengalaman itu hal wajar, usia tua berpengalaman itu juga merupakan hal yang wajar, tetapi pemuda yang memiliki kreatifitas tingi akan menjadi sesuatu yang luar biasa," kata Menteri Hanif melalui siaran pers di Jakarta, Minggu, 29 Juli 2018.

    Hanif mengatakan, memasuki era digitalisasi ini banyak perusahaan besar yang gagal bertahan karena mereka tidak mampu melakukan inovasi. Oleh sebab itu, dia menyarankan para generasi muda yang ingin berwirausaha untuk terus bekerja keras dan melakukan kreasi serta inovasi.

    Dia pun mengatakan untuk memulai menjadi wirausahawan tidak boleh hanya dilandasi dengan motivasi keuntungan saja. Lebih dari itu, motivasi bisnis anak muda haruslah wirausaha sosial.

    Baca juga: Kiat Sukses Buka Usaha Mi? Intip 8 Tips Ini

    Dengan motivasi tersebut, anak muda tidak hanya menjadi wirausahawan yang mengejar keuntungan bisnis semata, tetapi juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan masyarakat.

    "Jadi kita menempatkan diri sebagai agen perubahan. Kalau niat kaya saja salah, tetapi kalau niat membantu orang itu baru benar," tutur Hanif.

    Salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong wirausahawan muda adalah dengan meresmikan Innovation Room di Kementerian Ketenagakerjaan.

    Pembangunan Innovation Room didasari bahwa perkembangan teknologi dan informasi (TI) telah memberi pengaruh besar terhadap perubahan model bisnis dan keterampilan yang dibutuhkan. "Kunci menjalankan wirausaha adalah kreatifitas dan inovasi. Namun, wirausaha kita harus ditopang dengan IT," ujar Menteri Hanif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.