Menaker Sebut SDM Jadi Tantangan Terberat di Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberikan keterangan saat pembukaan posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberikan keterangan saat pembukaan posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan tantangan terbesar Indonesia dalam memasuki era Industri 4.0 adalah sumber daya manusia (SDM). Selain itu, ia menjelaskan sumber daya manusia tersebut harus dilengkapi dengan skills yang baik.

    "Tidak cukup sumber daya manusianya saja tapi juga mereka harus dilengkapi dengan skills yang baik," kata Hanif dalam acara Wisuda Mahasiswa UMN di Tangerang, Sabtu, 30 Juni 2018. 

    Ia mengatakan ke depan, industri di Indonesia akan berkembang dan akan mempengaruhi karakter pekerjaan yang semakin membutuhkan skills. "Ini harus kita genjot dengan pendidikan vokasi," ucap dia.

    Baca: Jokowi Bantah Revolusi Industri 4.0 Gerus Industri Otomotif

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmis Nasution sebelumnya juga mengatakan salah satu cara meningkatkan sumber daya manusia yaitu melalui sekolah vokasi. "Kalau dibandingkan negara lain, SDM kita tidak cukup unggul,” tutur dia.

    Untuk mengejar ketertinggalan, Darmin mengatakan pemerintah sedang mengembangkan pendidikan vokasi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Sekolah vokasi digerakkan untuk mengejar ketertinggalan dalam jangka pendek. 

    Baca: 10 Strategi Pemerintah Hadapi Revolusi Industri 4.0

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan salah satu langkah prioritas nasional yang tengah dijalankan kementeriannya adalah membangun SDM yang terampil pada industri 4.0 ini. "Kami telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK di beberapa wilayah Indonesia," kata dia.

    Hingga tahap keenam peluncuran program pendidikan vokasi tersebut, Kemenperin telah melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK. Airlangga menjelaskan upaya yang dilakukan itu adalah implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.