BPOM Gerebek Gudang Bahan Baku Kosmetik Ilegal Senilai Rp 7,6 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta Sukriyadi Darma di lokasi penggerebekan gudang bahan baku kosmetik ilegal, Jalan Kapuk Utara II, Jakarta Utara. Kamis, 26 Juli 2018. Tempo/Caesar Akbar

    Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta Sukriyadi Darma di lokasi penggerebekan gudang bahan baku kosmetik ilegal, Jalan Kapuk Utara II, Jakarta Utara. Kamis, 26 Juli 2018. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta atau BBPOM DKI Jakarta tadi malam menggerebek gudang penyimpanan bahan baku kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan seratusan ribu buah produk ilegal di sebuah gudang seluas 500 meter persegi di daerah Kapuk Utara II, Jakarta Utara.

    Baca: Tak Hanya Susu Kental Manis, BPOM Atur Iklan Produk Lainnya

    "Kurang lebih dihitung oleh penyidik kami, lebih kurang tadi kita taksir lebih dari Rp 7,6 miliar," ujar Kepala BBPOM DKI Jakarta Sukriadi Darma di lokasi penggerebekan, Kamis malam, 26 Juli 2018. Ia menyebut angka tersebut terdiri dari Rp 3,9 miliar bahan baku dam Rp 3,7 miliar bahan jadi.

    Beberapa produk ilegal yang disita berjenis antara lain krim temulawak, krim pagi, krim malam, dan pembersih kuku. Berdasarkan pantauan Tempo, produk itu dikemas dalam wadah silinder plastik, ada yang berwarna kuning-hijau, ada pula yang berwarna putih.

    Baca: BPOM Dinilai Ambigu Sikapi Kasus Susu Kental Manis

    Produk-produk itu kemudian dibawa dalam kardus dan dibungkus dengan kertas berwarna coklat. Sukriadi mengatakan produk-produk itu diduga diimpor dari Malaysia dan Cina.

    Berdasarkan pemeriksaan terhadap Kepala Gudang berinisial H, Sukriadi mengatakan gudang itu beroperasi sekitar dua tahun. Selain sebagai tempat menimbun bahan baku dan produk kosmetik ilegal, gudang itu juga menimbun benda-benda lain.

    Saat ini, produk-produk itu akan dibawa ke Kantor BBPOM di daerah Cilangkap, Jakarta Timur, untuk diuji lebih lanjut. "Sebab, itu diduga mengandung merkuri," kata Sukriadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.