Harga Ayam Tembus Rp 55 Ribu, Para Pedagang Pilih Tak Berjualan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata dagangnya di Pasar Rawamangun, Jakarta, 22 Mei 2018. Ada pun harga daging ayam di DKI Jakarta mencapai Rp 39.150 per kg. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata dagangnya di Pasar Rawamangun, Jakarta, 22 Mei 2018. Ada pun harga daging ayam di DKI Jakarta mencapai Rp 39.150 per kg. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Wonosari - Sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Argosari, Wonosari, Provinsi DI Yogyakarta memilih libur berdagang lantaran harga melambung akibat keterbatasan stok. Jika normalnya ayam dijual di harga Rp 38 ribu-40 ribu per kilogram, tapi saat ini melonjak ke level Rp 50 ribu-55 ribu per kilogram. 

    Baca: Menteri Amran: Harga Ayam Naik Karena Distribusi Terhambat

    "Sudah sekitar dua hari ini pedagang yang lain memilih tidak jualan. Saya dapat ini (stok ayam) dari tetangga, stoknya sulit," kata Misbah, salah satu pedagang di pasar tersebut, Senin, 23 Juli 2018.

    Ketika ditanya lebih jauh, Misbah mengaku mengatakan kurang mengetahui pasti penyebab kenaikan harga dan kelangkaan ayam potong tersebut. Tapi ia menduga hal tersebut dikarenakan banyaknya permintaan dari daerah lain.

    Baca: Harga Telur Ayam Naik, Peternak: Produksi Telur Turun 10 Persen

    Pedagang lainnya, Sutiono, mengatakan, pada hari biasa dapat menerima setoran dari peternak 400 ekor ayam, namun beberapa hari terakhir pihaknya hanya mendapat 200 ekor. "Daging ayam potong langka karena peternak tidak mendapatkan pasokan bibit ayam, atau mahal juga sehingga tidak ada pasokan ayam," katanya.

    Hal serupa dikeluhkan pedagang lainnya, Sakti. Adanya kenaikan harga tersebut membuatnya memilih menjual kepala ayam dan kaki ayam atau ceker saja. "Kalau sampai besok tidak ada pasokan ya harus ambil dari sesama pedagang," ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunung Kidul, Sigit Haryanto, mengatakan, kenaikan harga ayam karena ketidakseimbangan antara perimaan dan pasokan ayam. Saat ini permintaan pasar akan ayam tinggi, sementara stoknya terbatas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.