Akhir 2018, Idrus Marham: Tingkat Kemiskinan Capai 9 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Idrus Marham, dalam acara Bimbingan dan Pemantapan Pendamping KUBE (Reguler, Kabuter, Dekonsentrasi) 2018, di Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    Menteri Sosial Idrus Marham, dalam acara Bimbingan dan Pemantapan Pendamping KUBE (Reguler, Kabuter, Dekonsentrasi) 2018, di Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham ikut menanggapi soal pencapaian tingkat kemiskinan yang diumumkan Badan Pusat Statistik awal pekan ini. Ia yakin persentase penduduk miskin bisa mencapai 9 persen pada akhir 2018 ini. Bila sesuai harapan, capaian tersebut lebih cepat dari target pemerintah yang sebelumnya ditetapkan, yakni pada 2019. 

    Baca: Jawaban Sri Mulyani saat Perubahan Garis Kemiskinan Dipersoalkan

    Idrus menilai hal itu bukan sesuatu yang mustahil sebab pemerintah akan menjalankan program-program dengan baik. "Berbagai program pemerintah dalam menanggulangi masalah kemiskinan telah berjalan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari turunnya jumlah penduduk miskin menjadi 9,82 persen pada Maret 2018, jadi kami optimistis akan mencapai 9 persen akhir tahun," kata Idrus melalui siaran pers, Kamis, 19 Juli 2018.

    Menurutnya, capaian positif ini telah didorong oleh peran beragam bantuan sosial (bansos) dan subsidi yang disalurkan pemerintah dengan prinsip 6T, yakni tepat jumlah, tepat sasaran, tepat administrasi, tepat waktu, tepat harga, dan tepat kualitas.

    Baca: Sri Mulyani Sebut Kemiskinan Terendah, Ini yang Harus Dikritisi

    Sejumlah program Kementerian Sosial (Kemensos) juga diklaim menunjukkan kinerja positif dalam penyaluran dan penyerapannya, yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), beras sejahtera (rastra), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

    Bansos tersebut disinergikan dengan beragam bansos dari kementerian lain, misalnya Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat, subsidi pupuk, subsidi listrik, dan sebagainya. "Program dan sinergi pemerintah dengan elemen-elemen yang ada dalam rangka menggerakkan ekonomi rakyat berjalan baik, sehingga rakyat bisa mandiri dan sejahtera," ujar Idrus.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2018 sebesar 9,82 persen atau turun 0,3 persen dibandingkan September 2017 yang sebesar 10,12 persen. Persentase jumlah penduduk miskin ini merupakan yang paling rendah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Terkait tingkat kemiskinan itu juga, BPS mencatat adanya perbaikan pemerataan pendapatan pada periode Maret 2015-Maret 2018, dengan Gini Ratio perkotaan dan perdesaan pada Maret 2015 adalah 0,408 dan pada Maret 2018 turun menjadi 0,389.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).