Rencana Mogok Pilot Garuda, Manajemen Pastikan Operasional Lancar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pilot Garuda saat di Jemput oleh manajemen PT Garuda Indonesia Tbk di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (28/7). Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk melakukan penjemputan terhadap Pilot Garuda terkait aksi mogok terbang oleh Pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG).TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah Pilot Garuda saat di Jemput oleh manajemen PT Garuda Indonesia Tbk di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (28/7). Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk melakukan penjemputan terhadap Pilot Garuda terkait aksi mogok terbang oleh Pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG).TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia memastikan seluruh layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia bakal tetap beroperasi menyusul adanya rencana mogok kerja yang dilakukan oleh Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG). Coporate Secretary Garuda Indonesia, Hengki Hariandono mengatakan dirinya mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tidak khawatir atas wacana tersebut.

    "Saat ini manajemen bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menemukan titik temu perihal tuntutan yang disampaikan oleh rekan rekan Sekarga dan APG," kata Hengki seperti dikutip dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

    BACA: Rini Soemarno Undang Pilot Garuda yang Berencana Mogok Kerja

    Sebelumnya, APG dan Skarga kembali wecanakan menggelar mogok kerja setelah tuntutan yang diajukannya belum dipenuhi. Presiden APG Kapten Bintang Handoko mengatakan hal tersebut sesuai dengan hasil pertemuan APG dan Sekarga yang tergabung dalam Sekretariat Bersama.

    "Bahwa jangka waktu 30 hari kerja sejak pelaksanaan press release 2 Mei 2018 sampai saat ini masih belum membuahkan hasil yang diharapkan. Hal tersebut memaksa kita mengambil pilihan terakhir yaitu mogok kerja," ujar Bintang, Selasa kemarin, 3 Juli 2018.

    Meski demikian, Bintang belum bisa memastikan kapan aksi mogok itu akan diilakukan. Ia masih akan mengumpulkan para anggotanya untuk mensosialisasikan rencana ini pada hari ini, Kamis, 5 Juli 2018.

    BACA: Luhut Serahkan Masalah Pilot Garuda ke Rini Soemarno

    Hengki mengatakan bahwa sejalan dengan wacana aksi mogok itu, manajemen menegaskan bahwa Garuda Indonesia selalu membuka ruang diskusi atas masukan dan aspirasi. Khususya yang disampaikan oleh APG untuk menyelaraskan aspirasi mengenai peningkatan kinerja operasional perusahaan.

    Apalagi, Hengki melanjutkan, ruang diskusi juga telah didukung dan difasilitasi oleh pemerintah baik melalui Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian BUMN, yang saat ini masih terus berlangsung.

    "Kami tentunya berharap prioritas akan komitmen kelancaran operasional penerbangan Garuda Indonesia tetap dijunjung tinggi oleh rekan-rekan Sekarga dan APG," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.